post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

BUNDA salah satu orangtua yang masih menganggap nilai akademis anak adalah hal yang paling penting dan utama? Bunda banyak menuntut anak untuk selalu menjadi yang pertama di kelas?

Nilai akademis di negeri ini memang masih menjadi penentu bagi seorang anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Di dunia pekerjaan pun, beberapa perusahaan masih mematok nilai terendah yang bisa lolos seleksi administratif.

Padahal selain nilai akademis, ada hal yang jauh lebih penting. Mengutip Smartparent Official, kecerdasan emosional jauh lebih penting daripada nilai akademis.

Mengapa demikian?

1. Anak yang cerdas emosionalnya cenderung tenang dan tidak gegabah, terutama dalam mengambil keputusan. Dengan begitu, keputusan-keputusan yang dibuatnya akan lebih efektif.

2. Anak yang cerdas emosionalnya tidak akan memenangkan ego dan emosi. Karena itu, langkah-langkah yang diambilnya jauh lebih matang.

3. Anak yang cerdas emosionalnya pantang menyerah dan sangat bertanggung jawab. Jadi mereka lebih mampu menyelesaikan apa yang sudah dimulainya.

Cerdas Emosional, Baru Kemudian Cerdas Akademis

Cerdas dalam bidang akademis, tapi tidak secara emosional, diibaratkan banyak buahnya tapi tidak matang. Untuk membuat buah-buah tersebut matang, maka kita harus mengkarbitnya.

Karena itu, kita perlu menguatkan dulu fondasinya, yaitu sensori dan motorik. Bagaimana caranya?

- Ajak anak bermain di alam bebas untuk menstimulasi indera nya.
- Saat indera anak sudah terstimulasi dengan baik, maka kemampuan anak menangkap pelajaran akan lebih mudah.
- Saat fondasinya sudah kuat, anak akan jauh lebih siap di bidang akademis.

Kalau Bunda sendiri bagaimana? Apakah sudah mempersiapkan emosional anak dengan baik atau lebih senang mengkarbitnya untuk mendapatkan hasil instant yang tidak akan bertahan lama?

Ingat ya Bunda, anak bukan robot yang setiap saat harus dicas agar bisa bergerak. Akan lebih baik jika Bunda mempersiapkan mental dan emosionalnya terlebih dulu sebelum menuntut hasil akademis yang baik.

 




Bunda, Kenali dan Waspadai Ciri Anak Depresi. Begini Cara Mengatasinya

Sebelumnya

Di Balik Alasan Mengapa Usia Anak Masuk SD Harus 7 Tahun?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Parenting