post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

ANDA termasuk pekerja keras yang biasa beraktivitas di malam hari dan menjadikan siang hari sebagai waktu tidur? Apa kabar dengan kondisi tubuh Anda? Apakah masih mampu menanggung beban pekerjaan yang melelahkan?

Gaya hidup aktif di malam hari atau "urban living lifestyle" ini sekarang banyak dipilih kaum milenial. Mereka terbiasa mengerjakan sesuatu hal hingga larut malam dan akan tertidur atau beristirahat keesokan pagi.

Dampak Gaya Hidup Terbalik

Mereka yang memilih gaya hidup terbalik ini akan memiliki waktu yang abnormal lantaran kerusakan jam biologis. Kondisi ini bukan tanpa bahaya. Justru ada beberapa masalah kesehatan yang akan dialaminya, seperti:

1. Gangguan sekresi hormon

Ketika tidur, tubuh memproduksi hormon yang penting bagi fungsi metabolisme. Seperti hormon kortisol yang membuat kita tetap terjaga di siang hari, hormon pertumbuhan gang mengatur pertumbuhan massa otot, hormon reproduksi, serta FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone) yang mengatur fungsi organ reproduksi dan perkembangan pada masa pubertas.

Nah, saat jan tidur malam terganggu, maka akan mengganggu sekresi dan kinerja hormon, meski sudah ditambah waktu tidur siang.

2. Memicu obesitas

Perubahan pola tidur juga bisa menyebabkan terpacunya sekresi hormon yang menyebabkan kegemukan. Jadi, ia akan merasa lapar yang luar biasa, utamanya pada siang hari.

Saat nafsu makan mereka terpenuhi dan perut kenyang, rasa kantuk melanda hingga akhirnya energi yang tersimpan tidakterpakai dan menjadi lemak.

Akibatnya kegemukan, karena sekresi hormon pertumbuhan terlalu sedikit hingga massa otot berkurang. Kekurangan massa otot membuat proporsi lemak meningkat.

3. Meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular

Penelitian terbaru yang dilakukan dr Patricia Wong menunjukkan perubahan pola tidur dapat meningkatkan kadar lemak dalam darah.

Tidur dalam waktu yang abnormal akan mengganggu metabolisme tubuh pada siang hari, sehingga kadar lemak darah cenderung meningkat. Kalau sudah begini, pembuluh darah akan tersumbat dan tekanan darah tinggi.

4. Diabetes

Hati-hati potensi munculnya diabetes melitus dari perubahan pola tidur. Sebab komponen penyeimbang kadar gula darah sangat kecil dihasilkan.

Berdasarkan sebuah penelitian, perubahan pola tidur bisa berisiko memunculkan diabetes melitus sekitar 1,7 kali lebih tinggi, terutama pada kelompok laki-laki.

Jadi, ada baiknya perubahan pola tidur atau gaya urban living lifestyle ini diimbangi dengan pola makan yang baik dan penuh gizi. Sebisa mungkin alihkan waktu kerja ke waktu normal, sehingga gangguan-gangguan metabolisme tubuh tidak akan terjadi. Dari berbagai sumber.

 




3 Tips Mengatur Waktu ala Mas Menteri Nadiem

Sebelumnya

Berikan Waktu Berkualitas untuk Anak Kita, Selamat Berhari Minggu dari Kang Emil dan Arkana

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Family