post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

MUSIM hujan datang. Salah satu penyakit yang paling diwaspadai selama musim penghujan adalah demam berdarah. Sebab nyamuk aides aegypti yang menjadi penyebab, senang bersarang dan berkembang biak pada genangan air yang biasanya banyak muncul tanpa disadari sepanjang musim penghujan.

Sejauh ini belum ada obat anti virus spesifik untuk mengatasinya. Pengobatan hanya terfokus pada mencegah syok dengan cara menjaga asupan cairan dan nutrisi.

Penyebab Demam Berdarah

Demam berdarah disebabkan oleh gigitan nyamuk aides aegypti. Orang yang terinfeksi tidak bisa menularkan kepada orang lain yang sehat melalui kontak fisik. Jadi, penularan demam berdarah hanya melalui gigitan nyamuk.

Dokter spesialis penyakit dalam dari Universitas Airlangga, dr RA Adaninggar, SpPD menjelaskan, virus dengue memiliki 4 varian serotipe, yaitu DEN1, DEN2, DEN3 dan DEN4.

Apabila seseorang terinfeksi salah satu dari serotipe tersebut, biasanya tubuh akan memiliki kekebalan jangan panjang terhadap serotipe itu. Misalnya, apabila seseorang terinfeksi serotipe DEN1, maka tubuhnya akan membentuk kekebalan dalam jangka panjang untuk serotipe DEN1.

"Sayangnya, kekebalan tubuh itu tidak berlaku pada serotipe lainnya. Jadi masih ada kemungkinan orang yang sudah kena demam berdarah bisa terinfeksi lagi dengan serotipe yang berbeda," kata wanita yang akrab disapa dr Ning itu.

Penyebaran Demam Berdarah dan Pencegahannya

Penyakit demam berdarah ini sangat berbahaya, karena dapat menyerang siapa saja. Orang yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid, lansia, obesitas, atau yang telah terinfeksi, memiliki risiko besar mengalami gejala berat.

Gejala yang dialami seseorang saat terinfeksi demam berdarah dengan gejala berat salah satunya adalah perdarahan, seperti mimisan. Namun gejala seringnya sangat mirip, seperti demam tinggi.

Karena itu, pengobatannya pun relatif sama. Yang terpenting adalah pengawasan kondisi dan deteksi dini untuk mencegah munculnya gejala berat.

Biasanya, fogging menjadi salah satu cara ampuh untuk memberantas nyamuk demam berdarah beserta jentik-jentiknya. Tapi diperlukan pula pencegahan dari diri sendiri, seperti memasang obat nyamuk, tidur dengan kelambu, serta membasmi tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk (lakukan gerakan 3M).

Penanganan Pasien Demam Berdarah

Saat seseorang terinfeksi demam berdarah, sebenarnya tidak harus menjalani perawatan di rumah sakit, terutama bila gejala yang diderita ringan saja.

Tetapi apabila muncul perburukan setelah 3-5 hari dan muncul gejala seperti mual dan muntah hebat, tidak bisa makan dan minum, demam turun, kaki/tangan dingin, tensi turun, trombosit kurang dari 100.000, dan terjadi perdarahan hebat, segera bawa pasien ke rumah sakit.

"Saat kondisi seperti ini, biasanya banyak yang menyarankan mengonsumsi jus jambu atau sari kurma untuk mempercepat proses penyembuhan. Sayangnya, sampai saat ini secara medis belum ada bukti bahwa jus jambu dan sari kurma bisa meningkatkan trombosit dengan cepat," ujar dr Ning.

"Walau begitu, keduanya mengandung banyak nutrisi seperti vitamin dan mineral serta kalori yang bisa mendukung kecukupan nutrisi bagi pasien danendukung proses penyembuhan," lanjutnya.

Bagaimana dengan minuman isotonik? Keradangan yang ditimbulkan dari infeksi demam berdarah ini menyebabkan kebocoran pembuluh darah. Bagi pasien DBD yang masih bisa makan dan minum harus mencukupi kebutuhan cairan minimal 6 sampai 8 gelas per hari.

Minuman isotonik boleh saja dikonsumsi untuk menggantikan air dan elektrolit yang hilang.

Covid-19 dan Demam Berdarah

Di masa Pandemi sekarang ini, segala gejala demam harus selalu dipikirkan sebagai salah satu gejala Covid-19. Sebab untuk membedakannya sangat sulit. Dibutuhkan petunjuk lain untuk membedakannya, seperti:

• Sakit demam bersamaan dengan seluruh anggota keluarga disertai gejala pada saluran napas, kemungkinan lebih besar adalah Covid-19.
• Ada riwayat kontak erat dengan penderita covid, juga kemungkinan besar adalah Covid-19.
• Saat Swab PCR/antigen dinyatakan positif, maka demam tersebut merupakan gejala dari Covid-19.

Atau, apabila saat dilakukan tes mendalam dan ditemukan antibodi dengue (IgM dan atau IgG) bisa menunjukkan adanya infeksi bersamaan antara Covid-19 dan DBD.

Jika sudah begitu, pengawasan dan penanganan keduanya harus dilakukan secara ekstra, mengingat bahaya kondisi berat pada masing-masing penyakit.

Close X

Kenali Henti Jantung, Penyebab Kematian Putri Nurul Arifin

Sebelumnya

Terinfeksi Omicron? dr Tirta: Jangan Panik, Cukup Istirahat 5 Hari

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Health