post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

ANAK bagaikan selembar kertas putih. Mau jadi seperti apa, tinggal bagaimana orangtua menuliskan keinginannya di selembar kertas tersebut. Sifat anak pun selalu identik dengan orangtuanya. Pemarah, berhati lembut, keras kepala, atau penyabar.

Pola asuh anak juga menentukan bagaimana karakter terbentuk. Untuk menghindari anak menjadi keras kepala, para orangtua bisa menghindari enam hal ini.

Berteriak/Membentak Ketika Anak Keras Kepala

Ketika anak sedang keras kepala, ada orangtua yang beranggapan bahwa sikap tersebut harus dilawan dengan sikap yang sama. Tapi namanya anak-anak, mereka tidak mengerti mengapa orangtua harus berbicara dengan berteriak.

Menurut dr Aisyah Dahlan, Cht, tindakan tersebut justru membuat anak akan semakin membangkang. Anak akan meniru marahnya Ayah dan Bunda.

Jadi mulai sekarang, coba dekati anak dengan perlahan. Tanyakan apa maunya dan cari solusi bersama.

Tergesa-gesa

Tidak jarang Ayah dan Bunda merasa waktu yang dimiliki sangat sedikit, sehingga untuk mendengarkan apa maunya anak saja tidak bisa. Ujung-ujungnya, mereka ambil mudahnya saja. Langsung menuruti apa maunya anak, agar tidak ribet.

Karena apa saja yang dimau terpenuhi, anak akan semakin keras kepala. Jadi Ayah dan Bunda, mulai sekarang coba beri sedikit waktu untuk mendengarkan apa maunya anak.

Selalu Menyelesaikan Masalah dengan Suara Keras

Anak mempelajari konsep moral dengan cara meniru perilaku ayah dan ibunya. Misalkan, Ayah atau Bunda senang sekali menyelesaikan masalah dengan suara keras atau berteriak. Jangan heran jika kemudian anak melakukan hal yang sama untuk meminta sesuatu yang diinginkannya.

Tidak Konsisten

Jika orangtua selalu menunjukkan sikap yang berbeda-beda saat menanggapi keras kepalanya anak, maka anak tidak akan tahu kapan ia harus mengubah sikapnya itu. Saat seperti ini, yang anak tahu hanyalah bersikap keras kepala. Karena dengan cara itu, mereka berhasil mendapatkan apa yang diinginkan.

Selalu Mengabulkan Apa yang Anak Mau

Ada orangtua yang selalu mengabulkan permintaan anak. Alasannya, tindakan itu dilakukan orangtua untuk memuaskan keinginan diri sendiri melalui anak. Jika demikian, maka ada suatu waktu di mana orangtua tidak bisa memenuhi keinginan anak dan si anak tidak mau tahu apa yang dialami orangtua.

Bersikap Terlalu Keras

Sebaliknya, ada pula orangtua yang selalu menolak keinginan anak. Jika orangtua menekan semua perilaku anak, bisa saja mereka juga mencoba mempertahankan keinginannya dengan sikap keras kepalanya itu. Bahkan, mereka bisa menunjukkan hal itu di tempat-tempat umum yang membuat orangtua malu.

 

Close X

Hafal Nomor Telefon Ayah Bunda dan 8 Kemampuan yang Penting Diajarkan Pada Anak Sejak Dini

Sebelumnya

Mampu Membangun Masjid Salah Satunya, Ajarkan 5 Doa Besar di Bulan Ramadhan Ini Kepada Ananda

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Parenting