post image
KOMENTAR

DI zaman pandemi seperti ini, banyak masyarakat yang harus kehilangan pekerjaannya. Tidak sedikit pula mereka yang baru lulus sekolah mengaku susah mencari pekerjaan. Inilah yang menjadi alasan, mengapa banyak orang kini mencoba peruntungan membangun usaha sendiri. Salah satunya usaha di bidang fesyen.

Ya, bisnis fesyen sederhana memang sedang digandrungi. Beberapa orang beralasan, bisnis yang satu ini dapat berkembang, karena tidak mudah basi dan manusia membutuhkan pakaian untuk kesehariannya. Lalu, bagaimana memulai bisnis yang baik?

Nina Septiana, CEO dari Nina Nugroho International mengatakan, untuk memulai bisnis fesyen adalah "just start!".

"Ya, just start! Karena ketika kita sudah memulainya, di situlah proses belajar ikut dimulai. Karena tidak ada gunanya kalau sebuah proses hanya kita bayangkan saja, kita tuangkan di kertas, tapi tidak ditindaklanjuti dengan memulainya. Kita tidak akan memulai belajar," jelas Nina dalam Zoomtalk bersama Farah.id dengan tema "Optimis Membangun Bisnis Fesyen Bagi Pemula, Tak Ada Yang Mustahil!", Jumat (4/9).

Untuk memulainya, ada 4 langkah yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Modal

Besarnya modal menentukan seberapa besar kita mau bisnis ini dikenal masyarakat. Tidak mengapa jika modal yang kita miliki tidak terlalu banyak, asalkan kita serius untuk mengelola bisnis tersebut, ke depan kita akan memiliki modal besar untuk mengembangkan bisnis ini.

2.  Skill

Kemampuan mengelola bisnis menjadi hal penting. "Kita harus tajam melihat, apa yang menjadi kebutuhan pasar. Di saat pandemi ini orang membutuhkan pakaian yang bisa melindungi mereka, masker, dan hal lainnya," ujar ibu empat orang anak ini.

Memiliki skill tidak berarti harus mempunyai kemampuan menjahit, membuat pola, atau keahlian khusus di bidangnya.

3. Sumber Daya Manusia (SDM)

Ini terkait dengan skill tersebut. Jika memang kita tidak memiliki keahlian di bidang menjahit, dapat mencari tim yang memang mumpuni.

"Waktu awal saya membuat bisnis ini, saya hanya punya beberapa orang yang membantu. Ada tukang potong, tukang membuat pola, dan satu orang yang mondar mandir untuk membeli segala keperluan," kenang dosen Universitas Negeri Jakarta prodi Tata Busana ini.

Tips terpenting dalam memilih SDM adalah berdasarkan rekomendasi teman. Tidak asal comot orang, karena ini berpengaruh penting dalam keberlangsungan bisnis kamu.

4. Eksperimentasi

Sebelum memulai bisnis, lakukan eksperimentasi atau tes pasar, kira-kira apa saja yang sedang sangat dibutuhkan masyarakat. Jika saat ini masker tengah menjadi kebutuhan primer, buatlah masker yang berkarakter kuat sehingga mampu menarik minat pembeli.

Setelah empat langkah ini dilakukan, hal terpenting lainnya adalah kamu harus memiliki enam karakter, yaitu:

1. Komitmen yang kuat. Memulai bisnis harus tahu tujuan awalnya, sekadar iseng, hobi, atau memang menjadi passion.

2. Daya Juang. Jangan pantang menyerah saat produk yang kita tawarkan kurang dilirik pasar. Terus lakukan evaluasi, kesalahannya ada di mana.

3. Mau bertumbuh. Inovasi adalah kunci utamanya, sehingga secara rutin setiap bulannya ada produk baru yang dikeluarkan, walaupun jumlahnya tidak terlalu besar.

4. Sustainability (berkelanjutan). Rutin mengeluarkan produk-produk, tidak hanya senang di awal saja.

5. Adaptif, mampu beradaptasi dengan situasi. Misalnya, membuat produk yang dibutuhkan masyarakat di tengah pandemi ini.

6. Inovatif, meluncurkan karya-karya unik berkarakter khusus yang bisa menjadi ciri khas sebuah produk. (F)

 

Close X

Modest Fashion ISEF 2020, Segera Hadirkan Tren Modest Fashion dari 164 Desainer Indonesia dengan Konsep Sustainable Fashion

Sebelumnya

Angkat Kain Tradisional & Usung Sustainable Fashion, 10 Desainer Lokal Beraksi Di Russia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Farah C&E