KOMENTAR

NAMA Anjasmara sudah lebih dari dua dekade menghiasi dunia hiburan tanah air. Sejak mengawali karir sebagai model, Anjasmara sudah memiliki banyak fans yang mengidolakan wajah tampannya. Ia kemudian menapaki dunia seni peran melalui sinetron yang menjadi tayangan primadona layar di awal tahun 2000-an. Kepopuleran Anjasmara melesat lewat peran si lugu Cecep di Wah Cantiknya bersama Tamara Bleszynski dan Si Cecep bersama Happy Salma. Sukses meraih SCTV untuk kategori Aktor Ngetop selama lima tahun berturut-turut (2001-2005) menjadi bukti totalitas akting seorang Anjasmara.

Dalam kehidupan pribadinya, Anjasmara telah membina rumah tangga bersama Dian Nitami selama 19 tahun. Kisah cinta yang bersemi lewat sinetron Romi dan Yuli itu hingga kini berjalan harmonis dan sepi gosip miring. Empat anak yaitu Sasikirana Asmara, Arka Setyaandipa Asmara, serta Amanda Annette Syariff dan Luther Syarif melengkapi kebahagiaan pasangan yang menyukai yoga ini. Anjasmara dan Dian bahkan telah memiliki cucu alias berstatus kakek dan nenek.

Berawal dari meditasi lalu jatuh cinta pada yoga, Anjasmara telah mengantongi sertifikat sebagai instruktur yoga. Sejak 2013, Anjasmara aktif mengajarkan yoga ke berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara seperti Dubai dan India. Di India, Anjasmara bahkan mendapat penghargaan karena dinilai berhasil menyebarkan semangat yoga di Indonesia. Baginya, yoga memberi ketenangan batin. Berbagai hal positif ia rasakan mulai dari konsentrasi yang meningkat, kesadaran diri yang makin terasah, hingga kemampuan mengendalikan stres.

Meskipun darah seni mengalir deras dari Anjas dan Dian, dua anak mereka yang sudah beranjak remaja justru menekuni bidang olahraga. Sasi merupakan atlet ice skating yang sudah memiliki segudang prestasi. Ia beberapa kali mengikuti kompetisi dan meraih banyak medali. Sementara Arka menekuni olahraga hoki es, dan belum lama ini menyabet Most Valuable Player (MVP) and Best Goalie for Pattaya Ice-Hockey Tournament 2018. Sebagai orangtua, sudah pasti Anjasmara dan Dian Nitami sangat bangga terhadap putra-putri mereka.

Dalam mendidik anak, Anjasmara mengaku bahwa ia bersikap tegas. Ia ingin anak-anaknya menjadi pribadi yang disiplin. Ia juga mengajarkan mereka berani menyatakan pendapat namun tetap menjaga sopan santun terhadap orang lain. Dengan anak-anak yang beranjak remaja, salah satu tantangan yang muncul dalam mendidik anak adalah terkait penggunaan gadget. Bagaimana Anjasmara menerapkan cara bijak penggunaan gadget sehingga tidak mengganggu prestasi?

F: Bagaimana Anjas dan Dian membatasi penggunaan gadget untuk anak-anak?

A: Sejauh ini alhamdulillah anak-anak dapat menggunakan gadget dengan baik. Bisa dibilang, mereka termasuk remaja yang bijak memanfaatkan teknologi. Mereka cukup diberitahu batasan waktu penggunaan gadget juga batasan konten mana yang baik dan buruk. Dengan begitu, mereka bisa memahami apa saja yang boleh dan apa saja yang tidak boleh mereka akses melalui internet.

F: Pernahkah anak-anak komplain dengan pemberlakuan pembatasan penggunaan gadget?

A: Jika dikatakan tidak pernah komplain, ya tentu saja tidak mungkin. Tetapi secara perlahan perlahan-lahan, kita sama-sama belajar untuk berdisiplin. Kedisiplinan yang akan bermanfaat untuk masa depan mereka. Lama-kelamaan mereka paham dan mau menjalani peraturan tersebut tanpa paksaan. Kesadaran itu muncul dan bertumbuh seiring waktu. Bagaimanapun juga pembatasan gadget disepakati demi kebaikan anak-anak.

F: Mengenai fenomena phubbing yang semakin marak, pernahkah mengalami hal itu? Bagaimana menyikapinya?

A: Biasanya kalau kami sedang ada acara kumpul keluarga atau kumpul bersama para sahabat, saya meminta mereka untuk meletakkan sementara gadget di satu kotak atau memasukkannya ke dalam tas. Dengan demikian, acara kumpul-kumpul kami menjadi berkualitas. Kami bisa ngobrol serius, berdiskusi santai, hingga bercanda lepas tanpa diganggu oleh gadget. Inilah yang dinamakan quality time.

Bijak bergadget, termasuk bijak menggunakan media sosial, juga menjadi salah satu resep keharmonisan rumah tangga Anjasmara dan Dian Nitami. Menurut Anjasmara, ia tidak ingin segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya diekspose ke media sosial atau media massa. Ia memilih menikmati dan mencurahkan hidupnya bersama pasangan, keluarga, dan orang-orang terdekat.




Fifie Rahardja dan Asa di Balik Gunung Sampah Sungai Citarum

Sebelumnya

Gulbadan Begum, Perempuan Mughal India Pertama Pemimpin Haji yang Kisahnya Nyaris ‘Hilang’

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Women