post image
Foto : ig @duniamanji
KOMENTAR

SETELAH keluar dari grup musik Drive pada 2011 silam, Anji kini dikenal dengan beragam profesi. Mulai dari produser, musisi, founder dan CEO dari @terangcreative.id, youtuber, content creator, juga pengusaha kuliner Ayam Bebek Pak Bos dan Banana Chips. Bersolo karir, kepiawaian Anji mencipta dan menyanyikan lagu tetap menghasilkan karya yang mendapat apresiasi masyarakat. Buktinya, dua kali ia meraih Top Trending Searches dari Google untuk lagu Dia (2016) dan Menunggu Kamu (2018). Lewat Menunggu Kamu pula, Anji memenangkan AMI Awards 2018 untuk kategori Artis Solo Pria Pop.

Di tahun 2018, Anji juga meraih Social Media Awards dari sebuah majalah marketing sebagai figur publik dengan sentimen positif bagi masyarakat. Anji dinilai menginspirasi banyak orang dengan berbagai konten foto dan video di media sosial yang diunggahnya tentang dunia seni-kreatif juga keluarga. Gaya parenting ala Anji dan Wina yang terlihat melalui jejak digital di media sosial bahkan pernah ditulis menjadi artikel di sebuah media online.

Anji banyak disebut sebagai family man. Di tengah kesibukan menyanyi di berbagai daerah dan membuat konten kreatif untuk youtube, Anji selalu menyempatkan diri hadir untuk anak-anaknya. Di rumah, keceriaan empat jagoan; Salvaditya Tama (SAL), Sultan Saladyne Tama (SAL), Saga Omar Nagata (SON), dan Sigra Umar Narada (SUN) menjadi penyemangat dan penyeimbang hidup bagi Anji. Pun kasih sayangnya kepada putri satu-satunya, Leticia Charlotte Agraciana Joseph, terlihat jelas meski kini kisah kasih itu tidak menjelma di bawah satu atap.

Pemilik nama lengkap Erdian Aji Prihartanto tersebut kini populer dengan nama Anji Manji. Bersama sang istri, Wina Natalia yang dipanggil Minda, keduanya kompak mengasuh buah hati mereka untuk bisa mandiri, kreatif, dan bahagia dengan cara yang sederhana, santai, namun tidak melupakan kedisiplinan. Tanpa banyak yang tahu, ternyata ada satu saat ketika gadget pernah menjadi masalah dalam keluarganya. Anji berkisah bagaimana ia dan sang istri merasakan susahnya melepaskan si buah hati dari ketergantungan gadget.

F: Seperti apa gaya pengasuhan Mas Anji dan Mbak Wina berkaitan dengan gadget?

A: Yang jelas kami tidak melarang dan tetap memperbolehkan anak-anak bermain gadget. Namun demikian, buat kami, ada waktu-waktu tertentu mereka harus fokus (dengan kondisi sekitar). Misalnya pada saat kami sedang jalan menghabiskan waktu bersama, kami menerapkan aturan untuk tidak memegang handphone selama beberapa saat, agar lebih banyak waktu untuk mengobrol dan berinteraksi langsung.

F: Alternatif kegiatan lain apa yang biasanya Mas Anji lakukan bersama anak-anak agar mereka tidak terlalu terobsesi dengan gadget?

A: Biasanya kami mengobrol dan melakukan banyak hal, misalnya menonton video, menyanyi, atau berenang. Dan salah satu kebiasaan saya di rumah adalah saya selalu mendongeng untuk Saga ketika mau tidur, karena dia sudah mengerti dan memahami apa yang saya ceritakan.

F: Pernahkah mengalami phubbing saat kumpul bersama teman atau dengan pasangan?

A: Semuanya sudah pernah saya alami dan lewati. Tetapi karena teman-teman dekat saya tidak terlalu banyak, dan saya juga tidak terlalu suka nongkrong, ketika kami sedang berkumpul, handphone kami letakkan. Kami tetap mengobrol, tatap muka dan berinteraksi satu sama lain tanpa harus terganggu dengan gadget dan tidak ada yang merasa tidak dipedulikan.

F: Apa kiat-kiat dalam menerapkan pembatasan gadget kepada anak-anak?

A: Sebenarnya saya juga masih belajar sampai sekarang. Belum lama, Saga pernah addict dengan game. Sejak lahir Saga memiliki lubang kecil seperti tindikan di telinga kanan dan kirinya (Sinus Preauricular). Pada Agustus 2018 lalu, Saga harus menjalani operasi telinga kirinya, diduga ada kuman yang masuk ke dalam Sinus Preauricular dan menyebabkan infeksi. Satu bulan setengah Saga tidak bersekolah, selama itu pula Saga mulai kecanduan bermain game. Sejak itu, saya dan istri harus disiplin memberikan pembatasan waktu dan pembatasan konten-konten apa saja yang boleh mereka tonton atau mainkan.

F: Bagaimana akhirnya Mas Anji bisa meredam kecanduan Saga bermain game?

A: Memang lumayan agak susah ketika akan mengatasi kecanduan Saga bermain game. Waktu Saga sedang sakit dan sekitar satu setengah bulan tidak masuk sekolah, di rumah saja, jadi ya, saya kasih bermain game. Tapi ternyata itu salah. Sampai akhirnya Saga kecanduan dengan game dan untuk memberhentikannya memerlukan usaha keras karena dia sudah terlalu kecanduan. Pada awalnya memang terjadi perlawanan-perlawanan, namun setelah kami alihkan perhatiannya dengan kegiatan yang digemarinya seperti menggambar atau menyanyi, akhirnya perlahan-lahan kecanduan terhadap game bisa diredam. Saya dan Wina sama-sama tegas dan disiplin terhadap anak-anak. Kami kompak dan satu suara dalam menerapkan aturan di dalam rumah.

Kegiatan menyanyi ini terus berlanjut sampai sekarang. Saga saat ini akan merilis single keduanya tentang ikan, setelah sebelumnya single pertama berjudul Telur Dadar telah dirilis.

F: Apakah dengan pembatasan waktu tersebut anak-anak pernah komplain?

A: Enggak, mereka fine-fine saja dan tidak masalah dengan itu.

F: Tentang minat menyanyi, apakah ini memang keinginan Mas Anji?

A: Sebenarnya saya hanya memberikan fasilitas dan mengarahkan saja. selebihnya tergantung anak-anak nanti yang memutuskan akan menjadi apa. Tetapi terus terang, untuk Saga yang akan merilis lagu anak, memang kami juga yang mau. Saya dan Wina melihat Saga punya kemampuan di bidang Tarik suara. Jadi kami mengarahkan dan membimbingnya.

Lagu Telur Dadar pun melahirkan cerita indah. Lagu itu menjadi sumbangsih bagi dunia musik anak-anak Indonesia, khususnya untuk balita. Lebih spesial karena lagu ini diciptakan sendiri oleh Saga, membuatnya mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pencipta lagu termuda. Hal ini menjadi bukti bahwa ada banyak cara untuk membuat anak tidak mencandu gadget. Tergantung seberapa besar semangat orangtua untuk menawarkan kegiatan alternatif nan kreatif yang disukai anak-anak.(F)

Dear Parents, Yuk Bantu Anak Hindari Bullying Dengan Enam Cara Jitu Ala UNICEF Ini

Sebelumnya

Jadi Korban Bullying, Curhat Bocah 9 Tahun Ini Menyayat Hati

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Parenting World