post image
Ilustrasi tidur/Net
KOMENTAR

SEIRING bertambahnya usia serta aktivitas, tidur siang menjadi hal yang umunya jarang dilakukan oleh orang dewasa. Namun ternyata, penelitian terbaru menemukan bahwa tidur siang memiliki manfaat yang sangat baik bagi tubuh manusia.

Penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Heart awal pekan ini menemukan bahwa tidur siang hari dapat berdampak pada resiko serangan jantung atau stroke yang lebih rendah. Namun hal itu bisa terjadi hanya jika tidur siang dilakukan terbatas beberapa kali seminggu.

Penelitian itu sendiri didasarkan pada data yang dikumpulkan dari hampir 3.500 orang yang tinggal di Swiss.

"Kami melihat orang dewasa yang sehat dan menemukan bahwa orang yang sesekali tidur siang, sekali atau dua kali seminggu, memiliki resiko lebih rendah untuk penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan orang yang tidak tidur sama sekali," kata Nadine Hausler, seorang ahli penyakit dalam di University Hospital of Lausanne yang juga merupakan penulis utama penelitian tersebut.

Hausler dan rekan-rekannya melacak para peserta selama lima tahun. Para peserta yang berusia antara 35 dan 75 tahun tersebut pada dasarnya sehat tanpa bukti penyakit jantung, dan tidak ada yang mengalami masalah kurang tidur.

Mereka memiliki frekuensi tidur siang yang bervariasi. Lebih dari setengah dari para peserta yang terlibat, atau lebih tepatnya 58 persen dari mereka mengatakan bahwa mereka tidak pernah tidur siang. Sementara sekitar satu dari 10 orang di antara mereka mengatakan mereka tertidur hampir setiap hari.

Namun peneliti menemukan bahwa sekitar satu dari lima peserta memiliki apa yang disebut dengan sweet spot tidur siang, yakni frekuens tidur siang yang ideal, yakni satu hingga dua kali setiap minggu.

Para peneliti menilai bahwa itu adalah frekuensi tidur yang memiliki dampak pada penurunan resiko serangan jantung, stroke, atau gagal jantung.

Namun peneliti menyebut bahwa lamanya tidur siang itu tidak memengaruhi temuan. Baik tidur siang sebentar selama lima menit atau satu jam, memiliki dampak yang sama pada tubuh.

Pasalnya, penelitian ini observasional, sehingga tidak dapat membuktikan sebab dan akibat.

"Perkiraan terbaik kami adalah bahwa tidur siang hanya melepaskan stres dari kurang tidur," kata Hausler, seperti dimuat NBC News.

Penelitian serupa juga pernah dilakukan pada tahun 2007 lalu. Penelitian terhadap orang dewasa sehat yang tinggal di Yunani menemukan bahwa mereka yang tidur setidaknya tiga kali seminggu memiliki resiko lebih rendah terkena serangan jantung fatal. Manfaat terkuat ditemukan pada pria yang bekerja. (F)

Ini Tips Jaga Kesehatan Untuk Warga Terdampak Karhutla

Sebelumnya

Waspada! Tiga Kasus Infeksi Zika Ditemukan Di Singapura

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Health World