Presiden Prabowo Subianto mengunjungi orang tua Affan Kurniawan (29/8). (Setpres)
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi orang tua Affan Kurniawan (29/8). (Setpres)
KOMENTAR

SUASANA duka mendalam menyelimuti rumah Zulkifli, ayah dari Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online yang tewas tragis setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri dalam aksi demonstrasi di Jakarta. Dengan suara penuh harap, Zulkifli meminta Presiden Prabowo Subianto agar menegakkan hukum seadil-adilnya.

“Cuma saya minta agar menegakkan hukum yang seadil-adilnya,” ucapnya lirih di rumah duka kawasan Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8).

Permintaan itu ia sampaikan langsung ketika Presiden Prabowo datang melayat. Kehadiran Kepala Negara membawa suasana haru. Presiden tampak memeluk kedua orang tua Affan, menyampaikan duka cita, dan menanyakan kondisi keluarga. Ia menyampaikan terima kasih atas kunjungan Presiden yang menyempatkan waktu hadir di tengah kesibukan.

Presiden Prabowo Subianto hadir di rumah duka yang berlokasi di kawasan Blora, Menteng, pada Jumat malam sekitar pukul 21.40 WIB. Mengenakan baju safari cokelat muda dan peci hitam, Presiden masuk ke dalam rumah duka, lalu menyalami dan memeluk kedua orang tua Affan. Keduanya tampak tak kuasa menahan air mata saat menerima pelukan Kepala Negara. Usai berbincang sekitar 20 menit, Presiden meninggalkan lokasi.

Sebelumnya, dalam keterangan pers pada Jumat siang, Presiden Prabowo telah menyampaikan rasa prihatin dan duka cita mendalam atas peristiwa ini.

“Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, mengucapkan turut berdukacita dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini,” ujar Presiden, seperti dilaporkan BPMI Setpres.

Turut mendampingi Kepala Negara dalam kunjungan tersebut antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Affan Kurniawan dikenal sebagai pemuda rajin yang berjuang membantu keluarganya. Dari hasil mengemudi ojol, ia bahkan berhasil membeli sebidang tanah dan sebuah motor untuk adiknya. Namun, hidupnya terhenti secara tragis ketika sebuah rantis Brimob melindasnya di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 28 Agustus 2025.

Sejauh ini, tujuh anggota Brimob telah ditangkap dan diperiksa oleh Divisi Propam Polri. Mereka dinyatakan terbukti melanggar etik Kepolisian dan ditempatkan pada tempat khusus sambil menunggu proses lebih lanjut.

Kehilangan Affan menyisakan luka mendalam, bukan hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi masyarakat yang menaruh harapan besar pada tegaknya keadilan. Permintaan sederhana sang ayah agar hukum ditegakkan seadil-adilnya menjadi pengingat penting bahwa setiap nyawa rakyat kecil layak dilindungi.




Kemenag Raih Penghargaan Lembaga Pendukung Ekosistem Zakat pada Baznas Awards 2025

Sebelumnya

Ketua Umum JMSI Didaulat sebagai ‘Tokoh Media Berpengaruh’ Versi MAT 2025

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News