Maudy Effrosina makin dikenal setelah membintangi
Maudy Effrosina makin dikenal setelah membintangi "Badarawuhi di Desa Penari". (Instagram/@maudyeffrosina)
KOMENTAR

MAUDY Effrosina, aktris muda berbakat Indonesia, kini sedang menikmati popularitasnya di industri hiburan. Namun demikian, perjalanan menuju kesuksesan ini tidak selalu mulus.

Dalam wawancara terbaru, Maudy mengungkapkan bahwa ia pernah ditolak untuk peran tertentu hanya karena jumlah pengikut media sosialnya yang sedikit. Pengalaman ini menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam perjalanannya sebagai aktris.

“Dulu pernah ditolak karena katanya followers saya masih sedikit. Saya tidak terlalu mempermasalahkannya karena saya bukan orang yang terlalu aktif di media sosial,” kata Maudy.

Maudy Effrosina memulai kariernya di dunia hiburan dengan berperan dalam berbagai film dan serial televisi. Beberapa proyek penting yang melambungkan namanya termasuk film “The Perfect Husband” (2018), “Cinta Subuh” (2022), dan “Qodrat” (2022), serta serial web populer “Antares” (2021).

Pada tahun 2024, Maudy menjadi perhatian utama setelah membintangi film horor “Pemukiman Setan” dan “Badarawuhi di Desa Penari” yang merupakan spin-off dari film “KKN di Desa Penari” (2022). Kedua film tersebut berhasil menempatkan Maudy sebagai salah satu aktris muda paling menjanjikan di Indonesia.

Meskipun kini namanya semakin dikenal, Maudy mengaku bahwa perjalanan kariernya penuh dengan tantangan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapinya adalah ekspektasi terhadap jumlah pengikut media sosial.

Maudy mengungkapkan bahwa di beberapa kesempatan, ia ditolak untuk peran hanya karena tidak memiliki cukup banyak pengikut di platform seperti Instagram. Hal ini menunjukkan bagaimana industri hiburan modern sering kali mempertimbangkan faktor-faktor di luar kemampuan akting.

Setelah mendapatkan lebih banyak perhatian, Maudy mengaku sangat selektif dalam memilih proyek film. Ia ingin mencoba peran yang berbeda dari yang sebelumnya.

“Karena ketika mengerjakan sesuatu, pasti ingin mencapai hasil yang lebih baik. Tidak ingin asal-asalan, saya selalu mempertimbangkan cerita, karakter, dan sutradaranya. Saya ingin mencari yang terbaik dari yang terbaik,” ujarnya.

Kerja keras Maudy Effrosina akhirnya membuahkan hasil. Ia mendapatkan pengakuan tidak hanya dari penonton lokal tetapi juga di berbagai festival internasional. Film-film yang dibintanginya sering kali masuk dalam daftar tayang di berbagai festival film, memperkuat posisinya sebagai aktris berbakat dengan potensi besar di masa depan.




Namanya Viral Gara-Gara “Hanyut”, Ini 3 Fakta Menarik tentang Halda

Sebelumnya

Menjelajah Keindahan Danau Toba dan Kekayaan Budaya Batak Lewat Film “Harta, Tahta, Boru Ni Raja”

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Entertainment