Menteri Bintang Puspayoga di acara R.A Kartini Award 2024/Dok. Kemen PPPA
Menteri Bintang Puspayoga di acara R.A Kartini Award 2024/Dok. Kemen PPPA
KOMENTAR

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga memberikan apresiasi terhadap sepak terjang perempuan Indonesia dalam mewujudkan emansipasi dan mendorong pembangunan bangsa.

“Hari ini kita merayakan kontribusi luar biasa dari perempuan-perempuan hebat yang telah menunjukkan dedikasi, semangat, dan perjuangan yang tidak kalah hebat dengan R.A Kartini. Para perempuan yang mendapatkan penghargaan hari ini, telah menunjukan bahwa semangat Kartini masih hidup dan terus berkembang di era modern,” ujar Menteri PPPA dalam acara R.A Kartini Award 2024 (28/6).

“Mereka adalah inspirasi kita semua, simbol keberanian, ketekunan, kecerdasan yang tidak pernah padam. Keberhasilan mereka adalah bukti nyata bahwa dengan tekad dan kerja keras, tidak ada yang tidak mungkin dicapai,” lanjut Menteri Bintang.

Menteri PPPA mengungkapkan bahwa jumlah perempuan hampir separuh dari penduduk Indonesia, meski begitu masih banyak tantangan yang dihadapi seperti ketimpangan akses, partisipasi, kontrol dan manfaat atas hasil pembangunan. Oleh karenanya suara perempuan harus diberi tempat agar bisa tersalurkan.

“Dapat kita bayangkan, dengan populasi perempuan yang begitu besar, jika ketimpangan-ketimpangan tersebut dapat kita hapuskan, maka manfaatnya akan dirasakan tidak hanya oleh perempuan, namun juga seluruh masyarakat. Memajukan perempuan artinya juga memajukan Indonesia yang kita cintai ini,” kata Menteri PPPA.

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan perempuan harus bekerja dua kali lipat dari laki-laki. Perempuan harus berusaha sebaik mungkin di tempat kerja tanpa harus melawan kodrat sebagai perempuan, istri dan ibu.

“Kesamaan tantangan yang dirasakan perempuan membuat sesama perempuan merasa bahagia ketika satu sama lain berhasil mencapai posisi atau jabatan tinggi yang membanggakan. Hal tersebut berarti tembok-tembok penghalang berhasil dihilangkan dan menunjukan bahwa perempuan lain juga berhak untuk mendapatkan prestasi tersebut,” ungkap Puan.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Jurnalis dan Pendiri Narasi, Najwa Shihab yang menyampaikan relevansi perjuangan Kartini di masa kini yakni perempuan harus berani bersuara meskipun dihadapkan pada banyak risiko.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden, Angkie Yudistia menyampaikan perjuangan perempuan dari perspektif kelompok disabilitas. Angkie menegaskan, meskipun dengan keterbatasan yang dimiliki, perempuan disabilitas tetap bisa menunjukan kelebihannya dan memberikan manfaat.




Akankah Kamala Harris Jadi Presiden Perempuan Pertama Amerika Serikat?

Sebelumnya

Harashta Haifa Zahra Menang Miss Supranational 2024, “Indonesia, Kita Berhasil!”

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Women