Nana Mirdad bersama Dr Diana mencicipi makanan lezat yang merupakan hasil kreasi dari Bango Less Sugar/Bango
Nana Mirdad bersama Dr Diana mencicipi makanan lezat yang merupakan hasil kreasi dari Bango Less Sugar/Bango
KOMENTAR

ANGKA penderita diabetes di Indonesia, khususnya tipe 2, melonjak tajam. Upaya pemerintah untuk mengenakan cukap pada nutri grade hingga minuman manis, sampai saat ini belum juga direalisasikan.

Menurut data dari Institute for Health Metrics and Evaluation menyebutkan, Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronis penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia pada 2019, yaitu sekitar 57,42 kematian per 100.000 penduduk.

Diketahui pula, Indonesia saat ini tercatat sebagai negara dengan konsumsi gula terbesar ke-6 di dunia. Berdasarkan catatan yang ada, komsumsinya mencapai 7,8 juta metrik ton/tahun. Bahkan, hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS pada 2021, sebanyak 47,9 juta penduduk Indonesia masih mengonsumsi gula secara berlebihan.

Konferensi pers peluncuran Bango Less Sugar/Bango

”Mengonsumsi makanan dan minuman dengan gula berlebih dapat menimbulkan berbagai risiko penyakit, seperti diabetes mellitus tipe-2. Penyakit ini tidak memandang usia. Selain faktor gaya hidup sedentary atau kurang gerak, penyakit ini terkait dengan pla konsumsi tidak sehat, termasuk makanan dan minuman yang mengandung gula berlebih,” kata dr Diana Felicia Suganda, Mkes, SpGK, ditemui di event ’Bango Less Sugar Fit Festival’ di Gandaria City, Jumat (24/5/2024).

Dengan semangat membantu masyarakat Indonesia untuk mengontrol gula darah, Bango meluncurkan inovasi terbarunya ’Bango Less Sugar’ yang 45% lebih rendah gula. Peluncuran ini dilakukan di tengah kemeriahan ’Bango Less Sugar Fit Festival yang digelar di Gandaria City, 24-26 Mei 2024.

”Bango senantiasa melahirkan inovasi dan program yang berlandaskan pada komitmen untuk melezatkan masakan Indonesia sambil memperhatikan dinamika kebutuhan masyarakat. Khususnya dalam hal mengonsumsi makanan yang lebih sehat, studi Asia Pacific Health Priority 2023, ada 75% masyarakat Indonesia yang bersedia mengalokasikan pengeluaran lebih untuk memilih makanan sehat,” kata Nuning Wahyuningsih, Head of Marketing Nutrition Indonesia PT Unilever Indonesia, Tbk.

Bango Less Sugar menjadi pilihan tepat bagi keluarga Indonesia yang ingin hidup sehat dengan cara yang nikmat. Inovasi ini menggunakan bahan berkualitas tinggi yaitu kedelai hitam Malika, yang menjadi ciri khas dari kecap Bango, dan daun Stevia yang merupakan pemanis lamai dengan kandungan nol kalori.

Selain lebih rendah gula, Bango Less Sugar juga 50% lebih rendah garam, sehingga baik pula dikonsumsi untuk mengontrol tekanan darah tinggi.

Kehadiran inovasi terbaru Bango ini disambut antusias oleh Nana Mirdad, sosok selebritas yang sangat memperhatikan gaya hidup sehat.

”Aku suka sekali memasak dan selalu memastikan bahan-bahan masakannya. Begitu aku tahu kalau Bango berinovasi dengan Bango Less Sugar-nya, aku happy banget dan merasa sangat terbantu untuk menyiapkan makanan sehat untuk keluargaku. Begitu aku coba, rasanya no complain, sama sekali tidak mengubah cita rasa masakan favorit kami sekeluarga,” ucap Nana.

Untuk membantu ibu-ibu menyajikan hidangan lezat dan sehat, Bango Less Sugar juga mempersembahkan 21 rangkaian resep masakan Indonesia yang dapat diakses secara bebas melalui akun Instagram @bangowarisankuliner.




Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi Raih Indonesia 10 Top Banker Awards 2024

Sebelumnya

Lembaga Lingkungan Hidup Gugah Kepedulian Lingkungan dan Kesiagaan Bencana

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel C&E