Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun, saat memberikan jawaban atas pertanyaan sejumlah awak media/Farah.id
Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun, saat memberikan jawaban atas pertanyaan sejumlah awak media/Farah.id
KOMENTAR

DUTA Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun yakin bahwa Indonesia akan terus mendukung kebebasan warga Palestina meskipun tampuk kepemimpinan atau presiden telah berganti dari Joko Widodo ke Prabowo Subianto. Hal ini disampaikannya saat konferensi pers pada Jumat (10/5/2024), menjelang peringatan Hari Al-Nakba ke-76.

“Saya mendengar dari dia (Prabowo) bahwa dia akan selalu tetap bersama Palestina. Tidak aka nada perubahan kebijakan tentang Palestina. Prabowo kawan saya dan kami beberapa kali bertemu. Saya percaya dan mendengar dari semua orang bahwa tidak ada perubahan,” tegas Zuhair.

Dia mengakui, dalam hal diplomasi di tingkat internasional, Indonesia selalu menunjukkan dukungannya terhadap Palestina. Selain itu, rakyat bersama pemerintah Indonesia turut aktif mengirimkan berbagai bantuan ke Gaza.

Sang Duta Besar juga percaya bahwa kekejian Israel dapat dihentikan atas dukungan dari negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.

“Kita harus mengatasi konflik sebenarnya. Fakta sederhananya, jika pengambilalihan wilayah Palestina ini berakhir, semuanya akan kembali normal,” ujar dia.

Veto AS Tak Hentikan Dukungan Indonesia

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi, dalam sebuah keterangan pers yang dibacakannya di Istana Kepresidenan, 26 April 2024 juga menegaskan, bahwa veto Amerika Serikat terhadap rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB bagi keanggotaan penuh Palestina di PBB tidak akan menghentikan dukungan Indonesia bagi Palestina.

Komitmen dukungan kepada Palestina, diakui Retno, telah dipahami oleh semua diplomat Indonesia yang menjalankan tugasnya, termasuk dalam berdiplomasi mendukung keanggotaan penuh Palestina di PBB.

“Memang sangat disayangkan bahwa kali ini satu anggota DK PBB memveto (rancangan resolusi tersebut), tetapi bukan berarti kita akan berhenti. Kita akan terus berupaya (mendukung Palestina),” ucap Retno, saat itu.

Tidak hanya melalui PBB, Menlu Retno juga terus menjalin komunikasi dengan mitra-mitranya dalam mengupayakan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. Bahkan, ia sempat berbicara melalui telepon dengan Menlu Hongaria dan Menlu Kanada di sela-sela pertemuan dengan para menlu G7 di Italia (April lalu).

“Intinya adalah merupakan kewajiban bagi kita semua untuk mencoba mendeeskalasi situasi, sehingga konflik ini tidak menyebar ke mana-mana,” ucapnya.




Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Sebelumnya

Palang Merah Indonesia Berkomitmen Melanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News