Jangan lupa tabayyun/Farah
Jangan lupa tabayyun/Farah
KOMENTAR

KABAR dijadikannya Harvey Moeis sebagai tersangka kasus korupsi tata niaga komoditas timah yang diduga merugikan negara hingga 271 triliun rupiah rupanya tak hanya menyeret nama sang istri, Sandra Dewi tapi juga DEWI SANDRA.

Warga +62 yang selama ini memang dikenal nyinyir dan julid dalam memberikan komentar di jagat maya ternyata juga ‘tidak mampu membedakan’ mana Sandra Dewi, mana Dewi Sandra.

Dan tanpa tedeng aling-aling, warganet ramai-ramai ‘merujak’ akun Instagram Dewi Sandra. Bahkan salah satu warganet menyebutkan selama ini Dewi sering mem-posting urusan ibadah tapi ternyata suaminya korupsi hingga ratusan triliun. Duh!

Berusaha tenang, namun ternyata komentar salah alamat itu semakin banyak. Maka Dewi pun mengunggah caption panjang.

Hmmmmm….
Bingung mau bilang apa kecuali… ini bulan Ramadhan. Waktunya taubat, minta ampun, evaluasi dan introspeksi diri. Meskipun mendadak salah alamat, tapi bukan berarti saya lebih baik atau suci karena yang ketik ini banyak sekali salah yang Allah tutupi.

Semua manusia pasti diuji. Itulah janji Allah, dan janji Allah yang paling pasti. Aku diuji, kamu pun pasti diuji. Dan ketika diuji bisa jadi itu waktu paling tepat untuk kembali. Salah satu hal yang paling ku syukuri, kita punya Rabb yang tak pelit mengampuni.

Lagi2 aku diuji sebagaimana kamu juga pasti diuji. Sesama hamba kita saling doakan, semoga Allah tolong bukan malah cepat2 menghakimi. Kalopun mau menghakimi, pastikan dulu kita tak miliki celah dan noda hitam tersendiri. Tak perlu ikut2 gonjang ganjing ujian yang tak tertulis untuk mu sang diri. Cukup sibukan diri dengan ujian terbesar … yaitu memperbaiki diri sendiri…

Its Ramadhan... jagalah hati… jangan kau nodai.
Ada 2 pilihan, bicara baik… atau diam…
3 deh, mending masuk mesjid, wudhu, sholat…
4 juga bisa… khatamkan Quran...
5 zakat udh beres belum?
6 tarawih...jangan keskip
7 qiyamul lail… pentiiingggg
8 siapkan tenaga itikaf...
9 dst dst dst dst...
.
.
.
.
Infinity…. Fokus

Ya Allah peernya masih banyak bingids...masih ada waktu… yuks jangan sia2kan Ramadhan…

Karena aku diuji… kamu pun diuji…
Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’ala kasih kita semua taufik dan Allah ampuni.

Perihal kasus salah alamat di akun Dewi Sandra, kita tentu merasa ‘gemas’ melihat bagaimana orang-orang dapat menjadi bodoh tanpa tabayyun. Sok tahu tanpa memiliki bukti. Tidak kenal tapi sok menghakimi orang lain.

Caption panjang yang ditulis Dewi tadi tidak sedikit pun menyebutkan perbedaan atau kelebihan yang ia miliki dibandingkan Sandra. Karena Dewi memahami, pada hakikatnya semua orang akan mengalami ujian hidup. Apakah kita lebih baik dari mereka yang sedang mendapat ujian di dunia? Kita tidak bisa menjaminnya.

Selain itu, tabayyun menjadi sebuah kewajiban yang mesti kita lakukan, terlebih di zaman yang kita dengan mudah ‘tenggelam’ dalam lautan informasi. Benar atau tidak. Si AB atau si BA. Itu harus dipastikan.

Jangan memamerkan kebodohan kita dengan mengabaikan tabayyun lalu dengan pede-nya menulis status atau komentar berisi tuduhan. Secara hukum, orang yang kita tuduh sembarangan itu bisa melaporkan kita ke polisi dengan jeratan UU ITE.

Maka dari itu, mari kita menjadi muslim cerdas yang giat mengisi dirinya dengan literasi. Belajarlah untuk teliti dan menyimak A hingga Z informasi yang kita terima agar tidak termakan hoaks dan tidak menyebarkan hoaks.

Perlu diingat pula, jangan sampai media sosial menjadi salah satu sumber maksiat dan dosa.

Jika kita mencoba untuk istiqamah dalam salat, berzakat dan bersedekah, tadarus, hingga mengerjakan umrah dan haji, tapi jari-jari kita dengan mudahnya menulis kalimat menyakitkan untuk orang lain di media sosial, jari-jari itu akan menghapus pahala demi pahala yang sudah kita kumpulkan dengan susah payah. Dan kelak di yaumul hisab, kita menjadi orang yang bangkrut.




Memahami Faedah Bertawakal untuk Membebaskan Diri dari Penderitaan Batin

Sebelumnya

Menjadi Korban Cinta yang Salah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Tadabbur