Salat Tarawih di reruntuhan Masjid Al Farouq, Rafah (11/3)/Instagram @abdallah_alattar1999
Salat Tarawih di reruntuhan Masjid Al Farouq, Rafah (11/3)/Instagram @abdallah_alattar1999
KOMENTAR

DATANGNYA bulan Ramadan selalu menghadirkan suka cita di hati umat Islam, tak terkecuali rakyat Palestina yang sedang berada dalam kondisi perang. Lebih dari lima bulan perang berlangsung, masyarakat tidak bisa merayakan datangnya bulan suci dan menikmati ibadah dengan tenang.

Salah satu momen Ramadan dibagikan oleh seorang fotografer lewat akun Instagram @abdallah_alattar1999. Dia mengambil gambar sejumlah jemaah yang menjalankan salat Tarawih pertama di atas puing-puing Masjid Al Farouq di kota Rafah, selatan Jalur Gaza. Salat berjalan khusyuk meskipun mereka hanya ditemani cahaya lampu yang temaram di malam yang mencekam.

Sebelum perang, Palestina senantiasa menyambut Ramadan dengan kemeriahan berwarna-warni. Saling berkunjung dan saling memberikan makanan antartetangga, dekorasi rumah dan tempat publik dengan ornament Ramadan penuh warna, salat Tarawih yang diikuti banyak jemaah, juga anak-anak yang bermain hingga malam hari.

Kini, lampu dan lentera warna-warni serta nyanyian kegembiraan digantikan dengan kilatan dan suara ledakan bom Israel. Suara gembira anak-anak yang bermain di jalanan telah digantikan dengan jeritan orang-orang yang terkubur di bawah reruntuhan setelah pemboman Israel lainnya.

Lingkungan yang penuh kehidupan telah diubah menjadi kuburan. Masjid tidak ramai dikunjungi orang karena semuanya hancur. Jalanan tidak ramai orang, karena semuanya tertutup puing-puing. Orang-orang berpuasa melewati waktu berbuka karena mereka tidak punya makanan atau air.

Keluarga-keluarga berkumpul bukan untuk saling menyapa dan merayakan, namun untuk berduka bersama atas kematian. Saat bulan suci Ramadan dimulai, mereka mengucapkan selamat tinggal kepada para syahid demi syahid.

Dan bagi mereka, kepedihan ini menjadi lebih buruk lagi karena dunia tak mampu menghentikan genosida tetap terjadi di bulan suci.




Lonjakan Kasus COVID-19 di Singapura, Menkes Budi Gunadi Sadikin: Jangan Panik, Tingkat Penularan dan Angka Kematian Sangat Rendah

Sebelumnya

Tegaskan Kenaikan UKT Hanya untuk Mahasiswa Baru, Nadiem Makarim: Yang Lebih Mampu Bayar Lebih Besar, Yang Tidak Mampu Bayar Lebih Sedikit

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News