David Tri Setyo Wicaksono/Dok. Universitas Ma Chung
David Tri Setyo Wicaksono/Dok. Universitas Ma Chung
KOMENTAR

INOVASI bernama “e-bin” yaitu tempat sampah berbasis IOT (Internet of Things) berhasil memenangkan kompetisi Ideation Startup Fest yang diselenggarakan Tujubelasan Malang.

E-bin dibuat oleh mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Ma Chung David Tri Setyo Wicaksono bersama kedua temannya yang bergabung dalam Ecomatriks.

Ideation Startup Fest merupakan kompetisi bagi startup di berbagai bidang, seperti agrikultur dan manufaktur untuk menghasilkan produk (jasa) inovatif yang memberikan solusi terhadap permasalahan masyarakat.

E-bin dinilai mampu menjadi solusi cerdas untuk mengatasi permasalahan tentang lingkungan khususnya terkait dengan pengelolaan sampah.

Dijelaskan oleh David, e-bin bisa mengukur sendiri besarnya volume sampah. Jika tempat sampah telah penuh, tim Ecomatriks akan menerima notifikasi melalui WhatsApp dan segera datang untuk mengambil sampah. Setelah itu sampah akan dipilah dan diolah kembali.

Ecomatriks berhasil menyediakan 3 macam produk/layanan, yakni e-bin, jasa drop-off-pickup, dan workshop. Mereka mengusung misi sustainability dalam pengelolaan sampah dan limbah minyak jelantah. Untuk saat ini, masyarakat bisa menyetor minyak jelantah ke tim Ecomatriks lewat layanan drop-off-pickup.

Produk e-bin karya David dan tim Ecomatriks telah berhasil mendapatkan konsumen dari sejumlah perusahaan dan lembaga. Termasuk Rumah Sakit Bhayangkara yang membeli tiga unit e-bin.

Kemenangan David dan timnya mendapat apresiasi dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Ma Chung, Wawan Eko Yulianto, SS., MA., Ph.D. Menurut Wawan, David dan timnya berhasil mengoptimalkan teknologi yang mereka kuasai untuk mengatasi salah satu persoalan lingkungan terbesar abad ini yaitu sampah.

Prestasi yang diraih David dan timnya disebut Wawan adalah contoh konkret sumbangsih positif anak muda untuk mengatasi permasalahan masyarakat.

“Universitas Ma Chung ikut berbangga menjadi tempat yang memungkinkan David dan timnya mempunyai kesadaran itu,” pungkas Wawan, dihimpun dari berbagai sumber.




Buttonscarves Hadirkan Tropical Paradise Pop-Up Store: Penyatuan Fashion dan Experience untuk BSLady di Indonesia dan Malaysia

Sebelumnya

Jakarta Muslim Fashion Week 2025: Merayakan Keberagaman dan Inovasi untuk Modest Fashion Berkelanjutan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel C&E