Sifat penuh cinta istri kepada suami/Freepik
Sifat penuh cinta istri kepada suami/Freepik
KOMENTAR

TIADA lagi harapan yang didambakan oleh seorang suami dari istrinya melainkan limpahan cinta. Inilah yang juga diterangkan dalam Al-Qur’an tentang istri yang penuh cinta, yang merupakan perempuan pilihan. Dalam istilah kitab suci, perempuan ini disebut dengan Urub.

Surat Al-Waqiah ayat 37, yang artinya, “yang penuh cinta (lagi) sebaya umurnya.

Abdullah bin Muhammad pada Tafsir Ibnu Katsir Volume 8 (2005: 15) menafsirkan:

Dan firman-Nya lebih lanjut, “Penuh cinta,” Sa’id bin Jubair menceritakan dari Ibnu Abbas, “Yakni, wanita-wanita yang sangat mencintai suaminya.” Adh-Dhahhak mengatakan dari Ibnu Abbas, “Berarti wanita-wanita yang sangat menyayangi dan selalu merindukan suaminya, dan suaminya pun demikian terhadap mereka.”

Istri terbaik itu adalah yang mampu mempersembahkan cinta suci sepenuh hati.  Dalam konteks ini, pernikahan bukan hanya sekadar ikatan formal, melainkan perjalanan spiritual dan emosional yang melibatkan komitmen mendalam.

Perempuan yang “penuh cinta” adalah simbol kekuatan istri dalam membangun dan merawat ikatan keluarga dengan penuh kasih sayang.

Melalui pemahaman ini, Surat Al-Waqiah ayat 37 mengajak umat Islam untuk merenungkan makna sejati dari pernikahan. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan suatu pernikahan tidak hanya terletak pada kesuksesan materi, tetapi pada kemampuan pasangan suami-istri untuk menjalani perjalanan hidup bersama dalam rajutan cinta.

Syaikh Abdullah Al-Qasimi dalam buku Bersama Bidadari Surga dan Kenikmatan Abadi Para Penghuninya (2022: 65) menerangkan:

Kata “'Urub” (yang penuh cinta) merupakan bentuk jamak dari kata 'Arub yang artinya, perempuan yang selalu ingin dicintai oleh suaminya dan menarik hatinya lewat perilaku, kelembutan, sikap dan sifatnya.

Ibnu Al-Arabi mengatakan perempuan Urub maknanya adalah perempuan yang patuh kepada suaminya dan berusaha selalu agar bagaimana sang suami cinta dan tertarik kepadanya.

Abu Ubaidah mengatakan perempuan Urub maknanya adalah perempuan yang selalu berusaha menjadi seorang istri yang baik. Al-Mubarid mengatakan, perempuan Urub maknanya adalah perempuan yang selalu cinta dan kasmaran kepada suaminya.

Al-Bukhari dalam Shahihnya mengatakan Urub adalah perempuan yang manja dan genit kepada suaminya.

Dalam tradisi Islam, istri yang disebut sebagai Urub menghadirkan gambaran indah tentang bagaimana seorang perempuan dapat membangun dan memelihara hubungan yang penuh cinta dalam pernikahan. Kata Urub memiliki makna yang mendalam, mencakup aspek-aspek seperti perilaku, kelembutan, sikap, dan sifat yang membuat seorang perempuan begitu istimewa di mata suaminya.

Tidak hanya ingin dicintai oleh suaminya, tetapi juga mampu menarik hati suami melalui perilaku, kelembutan, sikap, dan sifatnya yang mempesona. Dalam konteks ini, cinta istri terhadap suaminya menjadi kunci utama. Ia berusaha keras agar sang suami merasakan cinta dan ketertarikan yang tulus.

Dengan karakter Urub, perempuan tersebut berupaya menjadi istri yang baik. Ini mencakup tanggung jawab untuk menciptakan atmosfer kebahagiaan dalam rumah tangga dan berkontribusi pada kelancaran hubungan pernikahan. Karakter Urub juga menyiratkan keintiman dan kelembutan yang menjadi dasar untuk membangun kedekatan emosional dalam pernikahan.

Syaikh Hafizh Ali Syuaisyi' dalam buku Kado Pernikahan (2005: 75) menerangkan:

Sama seperti predikat penuh cinta dan sebaya umurnya. Perempuan yang penuh kasih sayang adalah tipe istri yang sangat dicintai oleh suaminya karena kecantikan, kelembutan, dan kasih sayangnya. Perempuan seperti itu kalau berbicara bisa menawan akal pikiran.

Jika memandang sopan santun serta budi pekertinya, membuat hati sang suami merasa gembira. Jika ia berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, ia menebarkan aroma harum dan cahaya. Pendeknya, perempuan seperti itu merupakan wanita yang ideal.     

Istri yang memiliki karakter Urub aktif berkontribusi untuk menjadikan pernikahan supaya langgeng. Kecantikan batin yang dipadukan dengan kelembutan dan kebijaksanaan dalam berperilaku menjadi landasan bagi cinta yang tumbuh dan berkembang seiring waktu.

Penting untuk diingat bahwa karakter Urub yang diterangkan Al-Qur’an tidak bermaksud membebani perempuan dengan tuntutan, melainkan bertujuan memberikan panduan untuk menciptakan hubungan pernikahan sakinah.

Lagi pula, Urub itu adalah karakter unggulan bidadari surga, yang selayaknya dimiliki oleh para istri di dunia. Sehingga para istri itu menjadi perempuan dunia dengan kualitas bidadari surga.

Secara singkat, perempuan penuh kasih sayang adalah sosok istri idaman. Ia bukan hanya pasangan hidup, tetapi juga sahabat, pendamping, dan penyemangat dalam setiap langkah kehidupan. Dengan kemurnian cinta kasihnya mampu membuat hati suami bersinar dan menciptakan rumah tangga yang penuh kebahagiaan.




Kemilau Mutiara Iyyaka

Sebelumnya

Memahami Hamma Biha dan Konsep Ma’shum

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Tafsir