Penting bagi orang tua untuk mengetahui kondisi fisik dan psikis anaknya/Net
Penting bagi orang tua untuk mengetahui kondisi fisik dan psikis anaknya/Net
KOMENTAR

KETUA Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Mei 2023 pihaknya menemukan setidaknya ada 12 kasus tindak perundungan di sekolah-sekolah Indonesia.

Sejumlah fakta kemudian menunjukkan, siswa yang mengalami perundungan pada akhirnya memiliki gangguan mental, seperti menyimpan dendam yang suatu saat bisa meledak dan ledakannya akan sangat dahsyat.

Lagi-lagi peran orang tua sangat penting, terutama untuk mencegah anak korban perundungan berperilaku negatif. Mia Marissa Kumala, seorang psikolog menyebutkan Langkah-langkah yang patut dikerjakan orang tua untuk menghindari hal demikian.

Dengarkan perasaan dan penuturan anak

Tunjukkan cara menyikapi perundungan dengan sehat. Hal ini penting, karena akan yang dirundung mengalami sakit hati, frustasi, marah, dan malu. Hal ini bertujuan sebagai pemecahan masalah bersama, bukan sekadar pengaduan dan pemberian sanksi kepada pelaku.

Jadilah tempat yang aman dan nyaman bagi anak

Saat anak menceritakan kondisinya, penting agar orang tua tidak terpicu marah atau bersikap reaktif. Berpikir jernihlah untuk mencari solusinya dan menanamkan sikap-sikap yang bijak pada ana.

Tepat melihat perilaku perundungan

Setelah mendengarkan cerita anak, orang tua perlu tepat dalam melihat apakah perilaku yang didapat ana sudah tergolong perundungan atau belu. Misalnya, suatau perkataan yang dianggap candaan atau hinaan, sementara pukulan di bahu bisa dianggap pukulan atau hanya sapaan.

Anak perlu belajar bagaimana menyikapi hal yang demikian, apakah perlu diabaikan, menyatakan ketidaksukaan secara asertif, atau melaporkannya kepada orang dewasa atau guru.

Ajarkan mengelola amarah

Ajak anak untuk menenangkan diri dengan memintanya untuk duduk dan menarik napas dalam-dalam. Kemudian, beritahu bahwa amarah yang tidak terkontrol akan merusak semuanya.

Jangan berlebihan dalam mengekspresikan amarah. Jika sudah tidak bisa dibendung lagi, berdoalah kepada Allah Swt dan mintalah anak untuk mengambil air wudhu agar hilang kemarahannya.

Dan terakhir, cari waktu yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati.




Fenomena Mom Shaming, Bunda Pelaku atau Korban?

Sebelumnya

Sudahkah Kita Mencintai Si Buah Hati dengan Cara yang Tepat?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Parenting