Pondok Pesantren Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat/net
Pondok Pesantren Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat/net
KOMENTAR

GURU dan tenaga kependidikan madrasah Pesantren Al-Zaytun dikumpulkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia di Cirebon belum lama ini. 

Kegiatan yang diikuti 40 guru MI, MTs, dan MA Al-Zaytun ini tak lain sebagai bentuk pembinaan kepada para guru Al- Zaytun pentingnya peran guru dalam membentuk pemahaman untuk memiliki sikap moderat sejak dini.

“Guru madrasah memiliki peran penting untuk memberikan pemahaman yang toleran sejak dini kepada peserta didik,” kata Direktur GTK Madrasah Muhammad Zain di lansir Farah.id dalam laman resmi Kemenag, Sabtu (19/8). 

Dia mengingatkan, agar guru madrasah harus berhati-hati dalam berbicara kepada siswa, karena apa yang diucapkan oleh guru bisa jadi kenyataan.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan sharing session yang dipandu perwakilan Densus 88. Hal ini bertujuan untuk mendengar pendapat para guru untuk menciptakan madrasah yang kondusif bagi peserta didik. Turut hadir, Kasubag Tata Usaha Direktorat GTK Madrasah dan Kasi Penmad Kabupaten Indramayu.

“Semisal ada murid yang suka matematika, sains, bahasa, melukis dan lain-lain. Guru harus bisa memfasilitasi itu. Dengan demikian Kecerdasan-kecerdasan siswa bisa terekspos dan dimaksimalkan,” terangnya.




IISD Desak Presiden Jokowi Sahkan RPP Kesehatan: Optimalisasi Kesehatan Anak Menuju Visi Indonesia Emas 2045

Sebelumnya

Israel Akan Datang ke Qatar untuk Melanjutkan Perundingan Gencatan Senjata dan Pertukaran Sandera

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News