Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

MESKIPUN Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah tidak lagi memfasilitasi vaksinasi COVID-19, dalam arti semua ditanggung sendiri oleh masyarakat, tetapi juru bicara penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengaku bahwa sampai saat ini vaksinasi masih ditanggung pemerintah.

Untuk menjaga imunitas, masyarakat tetap dianjurkan untuk menuntaskan vaksinasi hingga dosis keempat.

“Sampai saat ini, baik vaksinasi maupun pengobatan COVID-19 masih ditanggung oleh pemerintah. Untuk kelanjutannya bagaimana, akan diatur kemudian,” kata Wiku dalam siaran YouTube Sekretariat Kepresidenan, Kamis (22/6).

Menurut Wiku, vaksinasi menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga imunitas tubuh. Karena, sampai saat ini virus Corona belum hilang sepenuhnya. Di DKI Jakarta saja, kasus positif Covid masih ada, walaupun angkanya bisa ditekan seminimal mungkin.

“Oleh karena itu, saya mohon kepada masyarakat untuk mendatangi gerai-gerai vaksinasi yang saat ini sudah tersebar di beberapa wilayah, seperti puskesmas maupun beberapa mall yang ada di Jakarta. Semua ini untuk mempertahankan herd immunity atau imunitas bersama yang telah kita bentuk selama pandemi kemarin,” ujar dia.

Jenis vaksin yang digunakan di Indonesia

Hingga saat ini, sudah ada 10 jenis vaksin yang akan digunakan di Indonesia. Masing-masing memiliki mekanisme pemberian, baik dari jumlah dosis, interval pemberian, hingga platform yang berbeda.

Keenam vaksin yang dulu dipakai yaitu Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Novavax. Vaksin yang disediakan sudah dipastikan keamanan dan efektivitasnya. Platform yang digunakan berbeda-beda, yaitu inactivated virus, berbasis RNA, viral-vector, dan sub unit protein.

Vaksin-vaksin tersebut tersedia melalui perjanjian bilateral dan multilateral, seperti COVAX Facility bersama GAVI dan WHO, ataupun donasi yang diberikan oleh negara-negara sahabat. Pemerintah melalui Badan POM juga telah mengeluarkan izin penggunaan untuk vaksin Janssen dan Convidencia.

Selain itu, pemerintah juga telah mengeluarkan izin edar untuk vaksin Sputnik-V, yaitu vaksin yang dikembangkan oleh PT Gamaleva National Center of Epidemiology and Microbiology di Rusia, yang menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-S dan Ad5-S).

Terbaru, pemerintah telah mengeluarkan izin untuk Zifivax yang dikembangkan dan diproduksi oleh Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical dengan platform rekombinan protein sub-unit.




Menkes Budi: Deteksi Dini Kanker Bisa Dilakukan di Puskesmas

Sebelumnya

Pentingnya Kesehatan Mental Ibu Melahirkan, RS Marzoeki Mahdi & King’s College London Hospital Tanda Tangani Kerja Sama

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News