Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

TAHUKAH kamu keistimewaan berkurban? Nabi bersabda dalam sebuah hadist:

“Tidaklah seorang manusia melakukan suatu amal pada hari Nahar (10 Dzulhijjah) yang lebih dicintai Allah Swt daripada menumpahkan darah (menyembelih kurban). Sesungguhnya, hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Sesungguhnya, Allah telah menerima niat kurban itu sebelum darahnya jatuh ke tanah. Maka jadikanlah diri kamu menyukai ibadah kurban itu.” (HR Al Hakim, Ibnu Majah, dan at Tirmidzi)

Umat muslim yang akan berkurban, disunahkan untuk tidak memotong kuku dan rambutnya mulai dari awal bulan Dzulhijjah hingga selesai waktu menyembelih hewan kurban.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

“Jika masuk bulan Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih kurban, maka hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya.” (HR Muslim)

Lalu, apa saja kemuliaan di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah?

1. Islam disempurnakan oleh Allah pada bulan Dzulhijjah

Seperti firman Allah yang terdapat dalam Surat Al Maidah ayat 3, yang artinya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Aku sempurnakan nikmatKu atas kalian, dan aku telah meridai Islam itu agama bagi kalian”.

2. Puasa Arafah adalah di antara kekhususan umat Islam

Di dalam bulan Dzulhijjah, ada sebuah hari yang sangat agung yaitu hari Arafah. Pada hari tersebut, disunnahkan bagi yang tidak sedang melaksanakan haji untuk melakukan puasa. Ibadah puasa Arafah dapat menggugurkan dosa-dosa selama 2 tahun. Pahala puasa Arafah lebih afdhal daripada pahala puasa Asyura.

3. Dara-darah hewan kurban ditumpahkan terbanyak di bulan Dzulhijjah

Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik pelaksanaan haji adalah yang paling banyak bertalbiyah dan yang paling banyak berhadyu (menyembelih hewan sebagai hadiah untuk fuqara’ Makkah).” (HR Abu Ya’la)

4. Dzulhijjah adalah bulan muktamar umat Islam tingkat dunia

Di hari Arafah, umat Islam yang datang dari seluruh penjuru dunia untuk melaksanakan haji, berkumpul di padang Arafah demi melakukan prosesi puncak pelaksanaan manasih haji, yaitu wukuf di Arafah.

Melihat kemuliaan bulan Dzulhijjah, maka disyariatkanlah amal-amal shalih agar diberi ganjaran yang luar biasa. Pertama, perbanyaklah berdzikir. Kedua, berpuasalah di hari Arafah. Ketiga, perbanyak bertilawah Qur’an, bersedekah, berkurban, dan beribadah haji.




Anggunnya Keberanian Seorang Asma binti Abu Bakar

Sebelumnya

Memahami Faedah Bertawakal untuk Membebaskan Diri dari Penderitaan Batin

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Tadabbur