IFW 2023 resmi berakhir dan berhasil membawa sulam Karawo khas Gorontalo ke pasar nasional/Net
IFW 2023 resmi berakhir dan berhasil membawa sulam Karawo khas Gorontalo ke pasar nasional/Net
KOMENTAR

INDONESIA Fashion Week 2023 resmi berakhir. Penutupan ditandai dengan penampilan desainer-desainer asal Gorontalo selama satu hari penuh, bertema Gorontalo’s Day.

Sedikitnya ada 3 indikator yang menempatkan Provinsi Gorontalo sukses memperkenalkan sulam Karawo di ajang nasional dan bergengsi ini. Pertama, ini adalah kali pertama bagi Karawo Gorontalo diperkenalkan secara khusus, sepanjang 10 kali pelaksanaan Indonesia Fashion Week (IFW).

Kedua, IFW verhasil membentuk pengurus Asosiasi Pengusaha dan Perancang Mode Indonesia (APPMI) Gorontalo. Dan ketiga, Indonesia Youth Desaigner Competition (IYFDC) dijuarai oleh UMKM fesyen dari Gorontalo.

Tidak hanya itu, sukses menggelar perhelatan akbar selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Februari 2023, IFW berhasil mendatangkan sebanyak 30 ribu pengunjung dan membukukan nilai transaksi mencapai Rp60 miliar. Sebuah pencapaian yang luar biasa.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah sukses menggelar IFW 2023. Dengan tema Sagara dari Timur, sukses mengangkat derajat kain sulaman Karawo sebagai produk seni bernilai tinggi,” kata Pj Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer.

“Sulaman Karawo tidak bisa lagi dipersepsikan sebagai produk kerjaninan, tapi menjadi produk seni. Karawo is art, produk seni yang sejajar dengan batik, tenun sasak, maupun kain ulos Batak,” tegas Hamka.

Waves of Karawo

Sulam Karawo dari Gorontalo sukses menjadi bintang dalam gelaran IFW 2023. Menutup pekan fesyen yang telah dilaksanakan sejak 22 Februari 2023, Karawo menonjol di tangan para desainer dalam sesi Waves of Karawo, Minggu (26/3).

Sebanyak 12 desainer memamerkan karyanya. Mereka adalah House of Abhiee, Fachriel Djou, Fadly Rauf, Gilbert Tri Van Badjuka, Honok Alvared, Agnes Budhisurya, Erdan, Dimas Mahendra, Misan Kopaka, Harry Ibrahim Susan Zhuang, dan Koyko.

Beragam konsep dan tema busana ditampilkan, mulai dari formal, busana pesta, hingga kasual. Honok Alvared, misalnya, mengimplementasikan Karawo dalam berbagai item fesyen bergaya kasual, mulai dari gaun, rok, jas, hingga kardigan.

Warna-warna yang dipilih didominasi warna pastel, seperti putih, ungu, dan cokelat mustard, dan diberi sentuhan pink. Untuk bahannya, Honok menggunakan linen.

Sedangkan Agnes Linggar mengimplementasikan Karawo ke dalam gaun-gaun sore dan gaun malam yang tampak mewah.




Tiara Andini Bicara Pentingnya Merawat Diri dan Memiliki Support System untuk Bangkit dari Momen Terpuruk

Sebelumnya

Mahasiswa LSPR Gelar “Pesta Edas”, Tampilkan Ragam Kebudayaan dan Kesenian Khas Kampung Seni Edas Bogor

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel C&E