@amy_atmanto
@amy_atmanto
KOMENTAR

BAGI Amy Atmanto, kebaya dengan segala fenomena dan euforianya bukan sekadar busana tradisional yang mempercantik pemakainya melainkan memiliki peran yang jauh lebih besar.

Keseriusan Indonesia mengawal Kebaya Goes to UNESCO telah berhasil menghidupkan kembali industri fesyen Tanah Air yang sempat 'tiarap' selama pandemi COVID-19. Salah satunya adalah bertumbuhnya pelaku UKM di industri fesyen yang menghadirkan kebaya untuk lebih dekat dengan keseharian perempuan Indonesia.

Kebaya kini semakin digemari, bahkan oleh para generasi muda. Kebaya tak hanya menjadi busana pesta tapi juga dimodifikasi agar lebih 'bersahaja' untuk dikenakan dalam acara yang informal.

Karena itulah, Amy tak lelah untuk melestarikan kebaya dan membawanya mendunia. Amy meyakini bahwa kebaya tak hanya menjadi identitas perempuan Indonesia tapi juga membuktikan bahwa kekayaan warisan budaya yang pantas untuk dipamerkan ke masyarakat global.

"Beberapa hari terakhir hati ini tergelitik untuk bukan hanya membuat karya busana khususnya kebaya, namun lebih jauh menganalisis apa yang terjadi dengan industri fesyen Indonesia, bagaimana pergerakannya, dan apa yang menyebabkan hidupnya kembali gairah dunia fesyen– di masa endemi, serta bagaimana Indonesia bisa membawanya mendunia,” tulis salah satu Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah  (MES) itu di akun Instagram pribadinya.

Melalui jenama Royal Sulam, nama Amy Atmanto dikenal sebagai desainer spesialis kebaya couture bertabur kristal Swarovski yang memperlihatkan keanggunan dan keindahan sosok perempuan Indonesia.

Banyak tokoh perempuan yang mempercayakan penampilan berkebaya mereka di tangan Amy, di antaranya yaitu Sri Bahlil Lahadalia, Yenny Wahid, hingga Ibu Wury Ma'ruf Amin beserta keluarga. Ia juga pernah merancang kebaya untuk Miss Universe Riyo Mori untuk malam final Putri Indonesia tahun 2007.

Tentang kebaya yang semakin booming, Amy menyebutkan pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Sofia Gudono yang berlangsung di bulan Desember 2022 sebagai momentum luar biasa dalam mempromosikan kecantikan kebaya yang dikenakan para perempuan hebat di negeri ini.

Menurut Amy, ia tak akan lelah untuk menciptakan kebaya yang mampu melejitkan kepercayaan diri dan keberdayaan perempuan yang mengenakannya.

"Kebaya bukan hanya harus dilestarikan keberadaannya tetapi juga dikembangkan agar tak lekang ditelan zaman yang serba modern dan digital,” tegas Amy tentang dedikasinya untuk perkembangan kebaya Indonesia.




Para Sprinter Karisma Evi Tiarani Pecahkan Rekor Kejuaraan Dunia Lari 100 Meter di Jepang

Sebelumnya

Lale Syifaun Nufus, Srikandi Asal Lombok yang Siap Mengemban Amanat Rakyat sebagai Anggota DPR RI

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Women