Para siswa asal Desa Blawuk NTT menyeberangi sungai untuk sampai ke sekolah/Net
Para siswa asal Desa Blawuk NTT menyeberangi sungai untuk sampai ke sekolah/Net
KOMENTAR

USAHA para siswa di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini patut diacungi jempol. Demi bisa menikmati pendidikan dengan belajar di sekolah, mereka rela bertaruh nyawa menyeberangi derasnya arus Sungai Nanga Gete.

Tak sedikit pun rasa takut, arus sungai yang harus mereka lalui sangat deras. Pemandangan seperti ini sering kita temukan di Dusun Muding Kampung Wairbou dan Dusun Wailoke di Desa Blawuk, Kabupaten Sikka, NTT.

Mengutip Tribunflores, Sabtu (4/2), puluhan siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) Blawuk berusaha menyeberangi sungai untuk menuju ke sekolahnya. Saat tiba di tepi sungai, para siswa mengganti seragam sekolah dengan pakaian rumahan, lalu mereka perlahan-lahan menyeberangi derasnya arus Sungai Nanga Gete.

Hal ini terpaksa dilakukan lantaran tidak ada jembatan yang bisa mereka lewati untuk sampai ke sekolah. Alhasil, puluhan siswa yang berada di dua dusun tersebut harus menyeberangi sungai tanpa bantuan apapun. Ada pula sebagian orang tua siswa yang harus menggendong anak-anak mereka, untuk menyeberang melewati derasnya arus sungai, agar bisa ke sekolah.

Silvanus Kon, Siswa SDI Blawuk mengatakan, setiap pagi anak-anak dari Dusun Muding Kampung Wairbou dan Dusun Wailoke, harus berjalan kaki dari rumah dan menyeberangi kali.

“Kami tidak pakai sepatu dari rumah dan setelah menyeberangi kali baru pakai sepatu. Kami harus pakai celana lain, nanti baru di seberang kali ganti seragam sekolah,” kata Silvanus.

Ia berharap, Pemkab Sikka membangun jembatan, sehingga memudahkan mereka untuk pergi ke sekolah. “Sebenarnya takut, jika tiba-tiba banjir besar. Bahkan kalau sendiri nyebrang, kami tidak berani lewat,” ujarnya.Yoseph, orang tua siswa SDI Blawuk mengaku, setiap hari harus menyeberangkan anak-anak melewati sungai tersebut. “Setiap pagi saya gendong anak-anak nyebrang kali, siang juga begitu,” akunya.

Sementara, Kepala SD Inpres Blawu Martinus Roi da Cunha, berharap pemerintah melihat kondisi di lapangan dan bisa membangun jembatan gantung.

“Adanya jembatan gantung membuat warga di dua kampung ini bisa lebih mudah beraktifitas, karena mereka setiap hari ke Dusun Blawuk. Anak-anak sekolah, baik di SD maupun SMP dan SMA yang tinggal di dua kampung ini, bisa bersekolah seperti biasa,” demikian Martinus.




Empat Strategi Bank Mega Syariah Mempertahankan Likuiditas di Era Suku Bunga Tinggi

Sebelumnya

BJB Tawarkan Program Cashback untuk Transaksi Pembelian dan Penjualan Obligasi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Horizon