Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

PERNAH tidak kamu merasa ingin rebahan terus dan tidak bergairah melakukan apapun? Apakah kamu menyebut diri kamu itu pemalas atau bahkan lebih dari itu?

Hati-hati, jangan-jangan kamu sedang mengalami burnout, yaitu suatu kondisi stres berat yang dipicu oleh pekerjaan. Burnout tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan perlu diatasi dengan tepat, karena bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental, seperti stres kronik.

Untuk itu, kamu perlu mengenali lebih dalam tanda-tanda burnout dan perbedaannya dengan malas.

Merasa Jiwa Terlepas dari Raga

Seseorang yang sedang burnout akan mengalami depersonalisasi, yaitu ketika seseorang merasa jiwanya terlepas dari raganya. Orang yang mengalami gangguan depersonalisasi merasa bahwa ia berada di luar raganya dan sedang mengawasi raganya tersebut, atau seolah sedang bermimpi. Biasanya dialami orang yang sedang berjuang dengan trauma, mengalami perasaan aneh seperti mati rasa. Mereka tidak merasa seperti diri mereka sendiri.

Murung dan Mudah Marah

Saat kamu tiba-tiba marah dan mudah tersinggung, hati-hati kamu sedang kehilangan kontrol akan diri kamu. Jika kamu menemukan diri selalu murung, mudah tersinggung, dan marah pada hal kecil, mungkin saja penyebabnya kamu sedang mengalami burnout.

Mengabaikan Perawatan Diri

Salah satu tanda peringatan kamu sedang mengalami fisik dan mental burnout adalah ketika mulai mengabaikan perawatan diri dan menarik diri dari lingkungan sosial. Segala perawatan seperti diet untuk body goals dan skincare untuk kulit sehat, diabaikan.

Burnout tidak terjadi hanya dalam satu malam, tapi secara bertahap. Ada lima tahapan hingga kamu benar-benar mengalami burnout, yaitu pase bulan madu, serangan stres, stres kronis, burnout, dan kebiasaan burnout.

Kebanyakan orang mulai dari tahap kedua dan jika terus dibiarkan akan sampai ke tahap kelima. Burnout yang terus dibiarkan bisa memicu pada penyakit mental yang lebih parah, seperti depresi dan anxiety disorder.

Karenanya, kenali burnout sejak dini dan analisa hal itu bersama professional.




Ciptakan Sendiri Hormon Serotonin, Si Penstabil Suasana Hati

Sebelumnya

Masuk Pertengahan Tahun, Saatnya Memperkuat Kembali Self-Improvement

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Family