Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

KESEPIAN bisa dirasakan oleh siapa saja. Kesepian yang paling terasa adalah disaat kehilangan orang yang disayang. Di tengah keramaian pun, kesepian bisa saja melanda.

Kesepian yang tak terobati, memunculkan potensi besar untuk mengganggu kesehatan mental. Laporan yang diterbitkan dalam tajuk “Indonesian’s Mental Health State and Access to Medical Assistance” menemukan, dua faktor utama pemicu gangguan kesehatan mental adalah kesepian dan finansial.

Mengapa demikian?

Kesepian merupakan sebuah keadaan, di mana seseorang merasa hampa, sendirian dan tidak diinginkan. Para ahli sepakat, kesepian merupakan keadaan mental, bukan fisik.

Banyak orang yang merasa kesepian, padahal dirinya sedang berada di tengah keramaian atau di tengah orang-orang terdekatnya.

Penelitian yang dilakukan Dr John Cacioppo, seorang psikolog di University of Chicago di Amerika Serikat, kesepian erat kaitannya dengan genetik. Penyebabnya bisa jadi pengucilan, perceraian, kematian orang terdekat, dan rasa tidak percaya diri.

Kesepian yang masih wajar biasanya bersifat subjektif dan tidak memiliki indicator tertentu untuk dikategorikan sebagai kesepian. Hal ini dikarenakan penyebab dan gejalanya bisa berbeda di setiap orang.

Sedangkan kesepian karena depresi biasanya lebih rumit, karena tidak hanya merasa sendiri tapi disertai dengan gejala depresi umum, seperti:

  • Merasa tidak berharga dan tidak dipedulikan oleh siapapun.
  • Putus asa dan gelisah berlebihan.
  • Tidak tertarik melakukan apapun.
  • Tidak memiliki gairah.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Perubahan pola tidur dan selera makan.
  • Sakit dan nyeri di seluruh badan.

Apabila perasaan kesepian yang disertai gejala depresi ini tidak segera diatasi, tidak menutup kemungkinan gangguan kesehatan mental akan dialami. Sebab, perasaan seperti ini akan mudah sekali berkembang dan memunculkan perasaan-perasaan lain seperti sedih, gelisah, atau amarah.

Perasaan-perasaan tersebut kemudian tidak bisa dikendalikan dan datang kapan saja, dalam situasi seperti apapun.




Ciptakan Sendiri Hormon Serotonin, Si Penstabil Suasana Hati

Sebelumnya

Masuk Pertengahan Tahun, Saatnya Memperkuat Kembali Self-Improvement

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Family