post image
Kereta cepat Jakarta-Bandung/ Net
KOMENTAR

JAKARTA dan Bandung akan terasa semakin dekat. Bagaimana tidak? Hanya dalam waktu kurang dari 1 jam kita dapat sampai di Bandung dengan menggunakan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang akan segera diuji coba pada bulan November 2022 mendatang.

Mengutip laman setkab.go.id, Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) diharapkan akan dapat membantu mengatasi kemacetan, mengurangi emisi karbon dan polusi.

Lalu apa saja yang menjadi kelebihan dari Kereta Cepat Jakarta Bandung?

Kereta cepat pertama Asia Tenggara
KCJB dibangun oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yang didirikan pada bulan Oktober 2015. KCJB merupakan pionir kereta cepat di Asia Tenggara. Pengiriman rangkaian kereta ini juga menjadi yang pertama kali dilakukan China keluar negeri. Proses pengiriman kereta tersebut sudah mulai dikirim pada 5 Agustus 2022.

Teknologi Canggih
KCJB mengadopsi teknologi tinggi Grade of Automation (GOA)  level 1. Desain yang ramping mendukung kereta tersebut dapat memiliki akselerasi atau kecepatan dari 250 - 350km/jam, sehingga jarak Jakarta – Bandung sepanjang sekitar 150km dapat ditempuh hanya sekitar 36-45 menit dengan 2 kali pemberhentian stasiun Karawang dan stasiun Padalarang dan akan mulai beroperasi pada pukul 05.30-22.00 WIB. Dan pada tahap awal pengoperasian akan dilakukan 30 perjalanan/hari.

Tarif KCJB
Kereta tersebut rencananya akan memiliki 11 rangkaian (trainset) Electric Multiple Unit (EMU), 1 trainset terdiri dari 8 kereta yang dapat menampung 601 penumpang yang dibagi menjadi 3 kelas, yaitu 18 VIP, 28 First Class dan 555 Second Class, dan didalam kereta tersebut juga tersedia ruangan untuk difabel. Dan direncanakan pengguna KCJB tersebut akan dikenakan tarif sekitar 250.000 sampai 350.000 rupiah, sesuai dengan kelas pelayanannya.

Memiliki akses konektivitas yang terintegrasi
KCJB akan memiliki akses konektivitas langsung antarmoda yang akan memudahkan masyarakat untuk menggunakan transportasi massal ini.  Stasiun KCJB Halim akan tehubung dengan Bandara Udara Halim Perdanakusuma, Stasiun LRT Jabodetabek , Bus Rapid Transit (BRT) dan moda transportasi lainnya. Dan kedepannya juga direncanakan akan terhubung dengan LRT Jakarta dan MRT Jalur Fatmawati  Cawang- Halim.

Diharapkan kereta cepat ini dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan pemerataan pertumbuhan ekonomi di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat secara langsung maupun tidak langsung.

 

 

 

 

 

 

 

 




ISEF 2022 Resmi Dibuka, Wapres Ma'ruf Amin: Bank Indonesia Menjadi "Hamzah Washal Kabir" untuk Industri Halal di Indonesia

Sebelumnya

Bank Dunia Tegaskan Target Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2030 Tidak Akan Tercapai, Mengapa?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News