post image
Shinta Herwantoro Hernandez/ Net
KOMENTAR

SAAT ini tak jarang kita melihat perempuan menjadi pemimpin pada suatu organisasi. Terkadang orang melihat bahwa perempuan yang berkarir harus mengorbankan keluarganya. Namun tidak demikian bagi Shinta Herwantoro Hernandez.

Memang tak mudah menjadi seorang pemimpin di tengah kesibukannya harus mendidik anak dan mengurus suami. Namun Shinta dapat membuktikan ia mampu melakukan itu semua, dengan pencapaian barunya yang telah diakui ini.

Wanita 43 tahun ini merupakan seorang pengajar di Montgomery College, Maryland AS, dan diketahui ia sudah 25 tahun mengajar di sana. Di mulai menjadi seorang profesor sosiologi, lalu ia mendapat promosi menjadi Kepala Departemen.

Tak sampai di situ, Shinta kembali mendapatkan promosi lagi menjadi dekan kampus virtual, posisi perdana di sana, sehingga ia sering disapa sebagai ‘sounding dean’ atau ‘dekan pelapor’.

Sebelumnya Shinta memang sudah menetap di Amerika sejak kecil. Ia dibawa oleh kedua orangtuanya, Bambang Hengky Herwantoro dan Julianti Sri Rejeki ketika berusia satu tahun.

Ketika itu ayahnya diterima untuk melanjutkan pendidikan di bidang nuklir di University of Maryland.

"Lulus dari Georgetown University dapat gelar Master di jurusan Public Policy, dan lulus dari University of Maryland dapat PhD jurusan Sosiologi. Lalu saya bekerja di Montgomery College di Maryland sejak tahun 2007," ungkapnya dikutip dari VOA Indonesia.

Bagi ibu 2 anak ini, pendidikan sangatlah penting untuk generasi penerus, itulah alasannya mengapa ia mengabadikan diri ke dunia pendidikan ini.

“Soalnya saya mau membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, jadi saya ingin generasi baru lebih pintar dari generasi saya. Itulah sebabnya saya masuk ke pendidikan, supaya setiap orang mempunyai pendidikan yang lebih baik” tuturnya.

Shinta juga diketahui merupakan seorang pengajar yang inovatif. Ia telah membuat program yang luar biasa, seperti OER, open education. OER ini membuat pendidikan bisa diakses secara luas, dan telah bekerjasama dengan luar negeri dan telah masuk di Universitas di Indonesia.

Dengan ini, perempuan asal Indonesia ini telah masuk daftar 50 pemimpin perempuan untuk negara Maryland, Amerika Serikat, dari organisasi ‘Women We Admire’.

Ia mengaku tidak mengetahui bahwa dirinya dicalonkan oleh pihak perguruan tinggi tempat ia mengajar. Organisasi itu memilih perempuan dalam berbagai bidang pekerjaan seperti teknologi, pendidikan, ekonomi, hukum, dan lain sebagainya dengan persyaratan khusus.

Pendiri Jurnal Perempuan sejak 1996 ini memberikan kunci suksesnya berkarir,  “Kunci sukses itu selalu keluarga saya. Mama, papa, suami dan dua anak saya yang sangat mendukung," pungkasnya.




Nicke Widyawati Kembali Terpilih Menjadi Direktur Pertamina

Sebelumnya

3 Hal yang Harus Dilakukan Perempuan agar Lancar Berbisnis Tanpa Melepas Pekerjaan Tetap

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Women