post image
Pembekalan Mahasiswa Program Working Holiday Batch 1 Universitas Binawan/ Dok. UNIVERSITAS BINAWAN-FARAH
KOMENTAR

UNIVERSITAS Binawan menyelenggarakan kegiatan pembekalan mahasiswa peserta Program Working Holiday ke Jerman, bertempat di Aula Lantai 4 Universitas Binawan, Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Pembekalan ini dihadiri Farouk Abdullah Alwyni, MA, MBA, ACSI, CDIF sebagai Vice Chancellor of Governance and Resource Universitas Binawan, Wiwied Taher sebagai Founder PT. Idea Citra Prakarsa, dan Birte Nissen dari Germany Executive.

Kegiatan dilakukan secara luring bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi dengan publik serta mempersiapkan mahasiswa dengan suasana kehidupan serta budaya di Jerman.

Sebanyak 149 mahasiswa siap diberangkatkan ke Jerman dalam Program Working Holiday batch pertama yang akan berlangsung pada bulan Oktober hingga Desember 2022.

Program ini selaras dengan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang tidak menuntut mahasiswa untuk selalu kuliah di dalam kelas, tapi memperkaya diri dengan pembelajaran aktif di dunia profesional.

Kali ini, Universitas Binawan mengusung kegiatan “Kerja sambil Liburan” yang menawarkan pengalaman bekerja di negara asing (Jerman) bagi mahasiswa sesuai profesi mereka masing-masing.

Dalam sambutannya, Farouk Abdullah Alwyni menyampaikan bahwa kualitas mahasiswa Binawan dapat disandingkan dengan tenaga kerja asing di masa depan.

Universitas Binawan selama ini telah dikenal dengan kiprahnya dalam mengirimkan tenaga kesehatan profesional ke beberapa negara yaitu Arab Saudi, Kuwait, UEA, Jepang, Inggris, Australia, dan negara lainnya.

“Kami berharap kegiatan Working Holiday dapat mendorong mahasiswa untuk berwawasan internasional dan mampu belajar mengenai budaya baru, serta memiliki sense of comparison with another country hingga mampu mengembangkan keterampilan setelah mendapatkan pengalaman Working Holiday di Jerman,” jelas Farouk.

Dalam pembekalan ini, Universitas Binawan menggandeng Wiwied Taher sebagai Founder PT. Idea Citra Prakarsa untuk menjadi narasumber dalam pelatihan public speaking bertajuk "Go Global as Professional". 

Dalam pelatihan ini, Wiwied menyampaikan pentingnya public speaking untuk berbicara dengan orang lain secara formal maupun non formal. Terlebih lagi di dunia yang borderless saat ini, keterampilan public speaking menjadi sebuah keharusan agar mampu berkompetisi secara global.

“Teknik berbicara sangat penting terutama dalam eye contact, intonasi, jeda, gesture, body language, dan tata bahasa saat kita berkomunikasi dengan orang asing,” terang Wiwied.

Lalu untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif, Birte Nissen menjelaskan kehidupan masyarakat Jerman, mulai dari kultur dalam bekerja, geografi, kehidupan sosial, makanan dan minuman, festival, juga iklim.

Birte memaparkan perbedaan antara kultur masyarakat Indonesia dengan Jerman. Di antaranya tentang eye contact saat berbicara serta kebiasaan berbicara dengan bahasa yang lugas dan tegas.

Ia berharap para mahasiswa yang akan berangkat ke Jerman bisa memahami berbagai perbedaan tersebut dan beradaptasi agar bisa merasakan pengalaman terbaik selama menjalani magang di salah satu negara Eropa tersebut.

Birte juga menegaskan bahwa masyarakat Jerman adalah sosok toleran yang menerima keberagaman, termasuk soal agama.

"Bagi yang berhijab, Anda bisa mengatakan sejak awal bahwa sebagai Muslim, Anda meminta waktu untuk beribadah (salat) pada jam sekian dan sekian. Dengan demikian, atasan dan rekan kerja Anda mengetahui ke mana Anda pada jam itu. Jangan sampai Anda diam saja, lalu orang-orang kebingungan karena Anda sering menghilang," pesan Birte.

Dengan pembekalan ini, mahasiswa diharapkan memiliki gambaran tentang pentingnya keahlian public speaking untuk diaplikasikan dalam dunia kerja dan kehidupan sosial di Jerman. Mahasiswa juga diharapkan bisa menghindari culture shock karena telah mempelajari terlebih dahulu kultur masyarakat Jerman.

Mengusung core values sebagai kampus berakhlak, berbasis digital, dan berdaya saing internasional, Universitas Binawan saat ini sedang bertransformasi untuk mencapai visi 2025 sebagai pusat pendidikan tinggi unggulan yang berdaya saing global dan terdepan di Indonesia.




IN2MOTIONFEST Siap Menjadi Ajang Modest Fashion Terbesar di Dunia

Sebelumnya

Tinggi Risiko dan Digempur Pemain Asing, Ini Harapan Pelaku Industri Kesehatan Selepas Pandemi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel C&E