post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) memberi perhatian khusus dan memastikan akan terus mengawal kasus penganiayaan terhadap santri yang terjadi di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur.

 “KPPA memantau dan melakukan koordinasi dalam memastikan  segala bentuk pendampingan yang dibutuhkan para korban serta keluarga korban,” ujar Nahar, Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KPPPA.

KPPPA menyesalkan adanya kasus kekerasan yang terjadi di lembaga pendidikan agama tersebut yang mengakibatkan seorang siswa meninggal dunia, sementara dua orang lainnya harus mendapatkan perawatan.

Nahar juga menyampaikan bahwa Menteri KPPPA, Bintang Puspayoga secara khusus meminta agar kasus tersebut ditangani sebaik mungkin, para korban diberikan pendampingan secara fisik dan psikologis serta mendapatkan perlindungan hukum.

Menanggapi perihal pelaku yang telah dikeluarkan dari pondok pesantren tersebut, petinggi KPPPA tersebut meminta kasus kekerasan ini terus diusut sampai tuntas sehingga para korban mendapatkan keadilan.

“Kami berharap kasus ini terus diusut hingga menemukan titik terang dan para korban, terutama korban AM, mendapatkan keadilan,” tegas Nahar.

Pada kesempatan tersebut, KPPPA mengingatkan agar orangtua senantiasa melakukan pengawasan terhadap proses belajar mengajar meskipun anak-anak sedang melakukan proses belajar mengajar di dalam lembaga pendidikan.

“Orangtua dapat meningkatkan kualitas interaksi anak dengan orangtua, mengoptimalkan tumbuh kembang anak, mencegah dari perilaku menyimpang dan juga mampu mendeteksi kelainan pada tumbuh kembang anak.” sarannya.

 

KPPPA juga meminta kepada masyarakat yang mengalami atau mengetahui segala bentuk kasus kekerasan agar segera melaporkan kepada SAPA 129 KPPPA melalui hotline 129 atau layanan whatsap 0811-1129-129 atau melaporkannya ke aparat kepolisian setempat.

 

 

 

 

 

 

 

 




ISEF 2022 Resmi Dibuka, Wapres Ma'ruf Amin: Bank Indonesia Menjadi "Hamzah Washal Kabir" untuk Industri Halal di Indonesia

Sebelumnya

Bank Dunia Tegaskan Target Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2030 Tidak Akan Tercapai, Mengapa?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News