Kenali bahaya oversharing agar tak jadi korbay cyber bullying/Net
Kenali bahaya oversharing agar tak jadi korbay cyber bullying/Net
KOMENTAR

SAAT ini, media sosial menjadi salah satu tempat ternyaman untuk berbagi cerita. Entah itu soal masalah pribadi, keluh kesah pertemanan, atau hubungan dengan pasangan.

Bagi yang sering melakukannya, mungkin ada suatu kelegaan setelah meluapkan perasaan lewat media sosial. Hanya saja, setelah itu dampak yang dirasakan cukup besar, karena curhatan online (curcol) itu bisa dibaca oleh siapa saja, bahkan para hetter.

Inilah yang disebut oversharing, dan kesepian bisa menjadi salah satu faktor pendorong seseorang melakukannya. Hal ini erat kaitannya dengan perasaan kurangnya koneksi dalam diri seseorang yang merasa kesepian.

Di sisi lain, otak memahami bahwa koneksi itu penting untuk kelangsungan hidup. Akibatnya, saat seseorang akan memahami bahwa dirinya perlu terhubung dengan orang lain, tidak menutup kemungkinan salah satu caranya adalah dengan oversharing.

Selain kesepian, oversharing juga kerap terjadi pada seseorang yang sedang merasa cemas. Semakin cemas ia, semakin sulit untuk mengontrol diri. Inilah yang kemudian membawa potensi perilaku impulsive, salah satunya menghadirkan perilaku oversharing.

Terkait hal ini, Firman Kurniawan S, Pemerhati Budaya dan Pakar Komunikasi Digital mengatakan, Tidak semua hal patut dibagikan dalam media sosial, apalagi medsos sifatnya terbuka dan dapat menggiring opini yang berbeda-beda.

“Sebetulnya, media sosial itu untuk berelasi sosial. Jadi, komunikasi yang tidak bisa dilakukan secara tatap muka, kita lakukan melalui media sosial. Tidak tepat jika kemudia memakainya untuk curhat,” ujar Firman.

Perlu ada batasan tersendiri saat kamu hendak membagikan hal-hal penting di media sosial. Misalnya, tidak perlu membagikan seberapa banyak harta kekayaanmu, jumlah tabungan, atau bagaimana kesehidupan seksualmu dengan pasangan.

Agar tidak berlebihan dan berakhir menyesal, sebaiknnya ikuti tips ini untuk mengatasi oversharing:

  • Tetapkan batasan yang hendak kamu bagikan di media sosial. Batasan itu erat kaitannya dengan info pribadi dan hal-hal privasi lainnya.
  • Tinjau kembali konten yang akan kamu bagikan.
  • Pangkaslah daftar kontak yang bisa melihat status kamu.
  • Jangan terburu-buru dan mintalah pendapat teman, apakah status yang akan kamu bagikan itu layak atau tidak.

Oversharing tidak pernah bermanfaat untuk membuat kamu terkenal. Justru oversharing bisa membawa bahaya tersembunyi bagi yang melakukannya.




Film Horor dan Dampak Psikologisnya terhadap Anak

Sebelumnya

Tidak Mendapat Hak Waris, Ini yang Nanti Diterima Anak Adopsi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Family