post image
Pare/ Net
KOMENTAR

PARE, tanaman tropis yang tumbuh secara merambat dan tidak memerlukan banyak sinar matahari ini tergolong salah satu jenis labu-labuan dengan kulit yang bergerigi.  Di Indonesia, tanaman yang memiliki rasa pahit ini banyak  dimanfaatkan untuk bahan pangan dan obat.

Di Jepang, pare digunakan sebagai obat pencahar dan obat cacing. Di India, pare digunakan sebagai obat diabetik, rheumatik dan penyakit liver.

Pare mengandung banyak vitamin A,C, E, B 1, B2, B3 dan B9. Selain itu pare mengandung mineral seperti kalium, kalsium ,zinc , magnesium, fosfor dan zat besi serta antioksidan, seperti fenol dan flavonoid,

Nutrisi tersebut membuat pare memiliki banyak khasiat yaitu :

Mengendalikan gula darah

Pare memiliki kandungan magnesium yang berfungsi memaksimalkan kerja hormon insulin. Dilansir dari guesehat.com, Kekurangan magnesium pada penderita diabetes bisa dijumpai pada diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Namun, kondisi ini lebih umum ditemukan pada penderita diabetes tipe 2. Pasalnya, kadar magnesium rendah berhubungan dengan resistensi insulin.

Magnesium yang terdapat pada pare dapat membantu memaksimalkan insulin yang bertugas mengatur kadar gula darah, sehingga pare dapat membantu menurukan kadar gula darah. Pare juga mencegah penumpukan kadar glukosa dan memindahkan ke hati,otot dan jaringan lemak.

Meningkatkan kekebalan tubuh

Pare memiliki senyawa antioksidan yang bermanfaat melawan radikal bebas. Vitamin C yang terkandung di dalam pare dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu pare mengandung antibakteri dan antivirus serta anthelmintik yaitu senyawa antiparasit yang bisa membantu mengeluarkan cacing di dalam tubuh.

Menjaga kesehatan mata

Pare mengandung senyawa falvonoid, seperti α-karoten, β-karoten, lutein dan xeaxanthin bisa membantu meningkatkan kesehatan mata. Pare juga dapat mencegah katarak dan glaukoma yang disebabkan komplikasi pada diabetes.

Meredakan Asma

Sifat antihistamin, anti inflamasi dan antivirus yang terkandung di dalam pare, membuat pare dapat digunakan untuk mencegah penyakit pernafasan umum seperti batuk, pilek atau flu. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, pare digunakan untuk mengobati batuk kering, bronkitis dan asma.

Mengobati masalah kulit

Manfaat lain dari pare adalah bisa mengobati berbagai penyakit kulit, karena pare memiliki senyawa antijamur dan antibakteri. Infeksi kulit yang dapat diobati dengan pare antara lain kurap (ringworm) dan kudis (scabies).

Sedangkan senyawa anti-inflamasi yang terdapat di dalam pare juga dapat digunakan untuk mengobati eksim dan psoriasis, dengan cara menghentikan guanylate cyclase, yaitu enzim yang dapat memperburuk psoriasis.

Meningkatkan kesehatan tulang

Pare juga mengandung vitamin K, yang merupakan salah satu vitamin yang larut di dalam lemak, yang membantu mendistribusikan kalsium ke seluruh tubuh, sehingga tubuh dapat memproses kalsium tersebut untuk meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko patah tulang. Selain itu vitamin K juga membantu pembentukan protein osteokalsin yang bermanfaat untuk proses pengerasan tulang.

Manfaat lain dari vitamin K yang terdapat di pare adalah mengatur pembekuan darah normal dengan membantu pembentukan protombin, yaitu protein yang di produksi pada hati yang dapat membantu proses pembekuan darah apabila ada luka.

Meningkatkan kesehatan pencernaan

Pare yang mengandung banyak serat, dapat membantu melancarkan pencernaan dan gerakan perilstatik sistem pencernaan, sehingga dapat digunakan efek pencahar alami untuk menghilangkan sembelit atau konstipasi. Selain itu senyawa anti bakteri pada pare dapat membantu melawan bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) yang menyebabkan tukak lambung.

 

 




Benarkah Asam Urat Tinggi Picu Kolesterol Tinggi? Apa Bahayanya?

Sebelumnya

Seberapa Efektif Ekstrak Cacing Tanah dalam Mengobati Tipes?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Health