post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

DALAM kehidupan bersosial, ada saatnya kita merasa nyaman dengan seseorang dan pada akhirnya menjadikan dia tempat berkeluh kesah atau bersenda gurau. Dan tidak butuh waktu lama, muncul kecocokan hingga akhirnya cap "Sahabat" terstempel pada orang tersebut.

Tapi pada perjalanan berikutnya, ternyata ada hal-hal yang membuat kita merasa tidak nyaman hingga pada akhirnya memilih untuk "memutuskan" hubungan persahabatan tersebut.

Menurut Psikolog Irma Gustiana, biasanya terputusnya hubungan persahabatan disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

1. Bertemu Teman Baru

Ternyata, teman baru yang ditemui menawarkan hal yang lebih menyenangkan dan kenyamanan lebih  dibanding sahabat terdahulu. Jadi ada sesuatu yang berbeda yang didapat.

2. Banyak Respon Negatif

Tidak selamanya sahabat memberikan dampak positif, beberapa justru menjerumuskan ke hal-hal negatif. Kalau respon negatif lebih banyak diterima, memang ada baiknya untuk memutuskan hubungan persahabatan itu.

3. Berat Sebelah

Kalau suatu hubungan dirasakan hanya berat sebelah, cuma salah satu saja yang berusaha mempertahankan hubungan persahabatan tersebut, lebih baik dibubarkan saja karena hanya akan membuat sakit hati.

4. Nilai Hidup yang Tak Selaras

Ternyata, di perjalanan panjang tersebut kamu menemukan nilai-nilai hidup yang tak selaras dengan apa yang sudah kamu terima dari keluarga.

5. Kurang Bisa Dipercaya

Apa gunanya bersahabat jika kepercayaan tidak bisa dijaga? Alih-alih ingin menjadikannya tempat curhat, tapi semua rahasia justru terbongkar.

Kurang komunikasi, tidak bisa menerima segala kekurangan, hanya bersifat musiman, dan justru lebih sering tersakiti, menjadi alasan mengapa hubungan persahabatan tersebut harus segera diakhiri.

Tapi tentu saja, mengakhiri hubungan yang sudah terlanjur dalam, tidaklah mudah. Apalagi jika akhir ceritanya haruslah manis, tanpa ada drama perselisihan atau pertengkaran.

Bagaimana caranya? Maafkan dan hargailah mantan sahabatmu sebagai seseorang. Bebaskan perasaan negatif tentang dia dari dirimu. Maafkan semua kesalahannya. Dan lakukan hal berikut ini:

- Bicara baik-baik dan selesaikan perasaan yang terluka dengan terbuka.
- Tidak membicarakan keburukan mantan teman kepada orang lain.
- Jangan menggosipkan kehidupannya sekarang.
- Stop memengaruhi orang lain untuk ikut tidak menyukainya.

Sapalah ia sewaktu-waktu, karena menjalin silaturahmi jauh lebih baik dibanding memutuskan tali silaturahmi, meskipun sudah tidak lagi bersahabat.

 




3 Tips Mengatur Waktu ala Mas Menteri Nadiem

Sebelumnya

Berikan Waktu Berkualitas untuk Anak Kita, Selamat Berhari Minggu dari Kang Emil dan Arkana

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Family