Kegigihan Zahra Lari berhasil membuat penggunaan hijab diperbolehkan di arena seluncur indah dunia/ Foto: AFP
Kegigihan Zahra Lari berhasil membuat penggunaan hijab diperbolehkan di arena seluncur indah dunia/ Foto: AFP
KOMENTAR

PEREMPUAN cantik berusia 27 tahun asal United Arab Emirates (UAE) berhasil tampil cemerlang di berbagai ajang seluncur indah dunia.

Penampilan Zahra Lari berhasil memukau ratusan pasang mata dengan hijab yang menambah pesona.

Sejak usia 12 tahun, Zahra sudah bermimpi menjadi seorang skater, alasannya karena ia sering menonton film Ice Princess. Mimpinya tersebut dianggap mustahil bagi kebanyakan orang, dan salah satunya oleh ayahnya sendiri lantaran jenis olahraga tersebut tida sesuai dengan budaya negara asalnya.

"Ayah saya merasa bahwa hal itu terlalu bertentangan dengan tradisi dan budaya normal kita bagi seorang gadis, yani untuk berkompetisi dalam olahraga," ungkap Zahra Lari.

Awalnya sang ayah sangat menentang keinginan putrinya itu. Namun ketika melihat usaha sang anak tidak pernah patah, akhirnya sang ayah mengizinkan Zahra untuk melanjutkan mimpinya.

Saat ia mulai berkompetisi, ia menunjukan kesungguhannya tersebut, dan keluarganya pun ikut mendukung penuh mimpi Zahra Lari menjadi seorang peseluncur indah dunia.

Berbagai Kejuaran Internasional Zahra ikuti diantaranya lain di Slovakia, Hungaria, dan Italia. Dengan keikutsertaannya dalam kejuaraan tersebut, ia berhasil membuktikan bahwa atlet muslimah yang mengenakan hijab mampu bersaing di bidang olahraga ini  bersama atlet lainnya.

Di awal karir, ia juga pernah merasakan didiskriminasi dalam beberapa ajang yang ia ikuti. Salah satunya saat di kompetisi European Cut 2012 di Canazei, Italia.

Di sana Zahra mendapatkan pengurangan poin dengan alasan kostum yang ia kenakan tertutup serta mengenakan hijab, dan itu dianggap berbahaya. Padahal biasanya pengurangan poin terkait kostum diberikan ketika rok seorang atlet terlalu pendek atau adanya aksesoris yang jatuh.

Tak ada rasa marah dan kesal, saat kompetisi itu berakhir Zahra langsung melakukan banding ke International Skating Union (ISU), untuk mengkampanyekan agar ISU mengubah aturan soal penggunaan hijab di ajang resmi tersebut.

Setelah kejadian tersebut, akhirnya Zahra sudah tidak mendapatkan diskriminasi dengan hijab yang ia kenakan. Ajang Nebelhorn Trophy, Jerman pada 2017, menjadi ajang pertama Zahra tak lagi mendapatkan pengurangan poin, karena panitia meminta agar hijab tak lagi dianggap sebagai pelanggaran aturan.

Betapa bahagianya Zahra, ia mengungkapkan rasa syukur pada perkembangan dunia olahraga terkait penggunaan hijab bagi atlet perempuan muslim.

Kabar Zahra Lari saat ini, ia sedang mengandung anak pertamanya berjenis kelamin perempuan. Ia membagikan kabar bahagia tersebut di laman instagramnya seraya menjelaskan bahwa dirinya sedang  menantikan kehadiran sang buah hati yang akan lahir pada November 2022 mendatang.

"The day I found out i'll be a mother was the best day of my life. Can't wait to see you baby girl. November 2022" tulisnya dalam unggahannya.

Perjuangan Zahra Lari ini hendaknya memberikan motivasi bagi kaum muslimah, untuk tidak menjadikan hijab sebagai penghalang meraih prestasi dan mimpi lainnya yang cemerlang.

 




Tina Rahimi, Petinju Berhijab Pertama dari Australia yang Melaju ke Olimpiade

Sebelumnya

Brigjen Pol Nurul Azizah Jadi Komandan Perempuan Pertama Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Perwira Tinggi Polri

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Women