Ilustrasi/ Net
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

VARIAN Covid-19 masih mengintai dunia. Baru-baru ini para ilmuwan melaporkan temuan kasus varian baru dari virus Corona yang disebut Deltacron, gabungan dari varian Delta dan Omicron.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah mengkonfirmasi temuan kasus Deltacron tersebut.

Hal ini dikonfirmasi melalui pengurutan genom yang dilakukan ilmuan di IHU Méditerranée Infection di Marseille, Prancis. Tentunya hal ini membuat masyarakat khawatir.

Lalu, seperti apa gejala Deltacron itu?

dr Reisa Broto Asmoro selaku Juru bicara Satgas Covid-19 menjelaskan bahwa gejala yang ditimbulkan tak ada perbedaan dengan varian Covid-19 lainnya. Gejalanya sama seperti SARS-CoV-2, sama-sama menyerang tubuh kita.

Secara spesifik gejala Deltacron menurut dr Reisa adalah  demam, sakit tenggorokan, batuk, dan pilek. "Merasakan gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan ada demam, menyerupai flu sebaiknya dilakukan antigen (test swab) sesegera mungkin," saran dr Reisa dalam Siaran Sehat 'Perkembangan Terkini Penanganan Covid-19 di Indonesia' (Minggu, 27/02)

"Kalau delta lebih banyak menyerang bagian saluran pernafasan bawah dan kalau Omicron banyak menyerang saluran pernafasan atas. Hati-Hati kalau sampai terinfeksi karena WHO juga terus memantau," demikian Reisa.

 




Din Syamsuddin Jadi Pembicara dalam Sidang Grup Strategis Federasi Rusia-Dunia Islam di Kazan

Sebelumnya

Buku “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” dan “Buldozer dari Palestina” Karya Teguh Santosa Hadir di Pojok Baca Digital Gedung Dewan Pers

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News