post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

KANKER menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Salah satu jenis kanker yang sering menyerang adalah kanker limfoma. Kanker ini menyerang sistem limfatik, yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Mengutip berbagai sumber, kanker limfoma bermula dari limfosit (sel kekebalan tubuh) bermutasi dan tumbuh cepat di luar kendali.

Mutasi ini membuat sel-sel untuk terus hidup ketika sel limfosit normal lainnya akan mati. Kondisi ini kemudian mengganggu kinerja kelenjar getah bening, limpa, sampai hati.

Kanker limfoma biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

• Faktor usia. Penderita biasanya berusia di atas 55 tahun.
• Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, seperti autoimun dan HIV/AIDS
• Pernah menjalani transplantasi organ.
• Terinfeksi kuman seperti virus Epstein-Barr, Helicobacter pylori, Hepatitis C, dan lainnya.
• Faktor keturunan.
• Sering terpapar bahan kimia benzena, seperti pembunuh serangga atau hama.
• Efek samping terapi radiasi kanker.

Untuk mengetahui apakah seseorang terserang kanker limfoma, ada 11 ciri atau gejala yang perlu diwaspadai, yaitu:

1.   Sering demam tanpa sebab jelas.
2.   Kelenjar getah bening di leher atau ketiak bengkak.
3.   Perut membengkak.
4.   Banyak berkeringat, terutama di malam hari.
5.   Mudah lelah.
6.   Tidak nafsu makan.
7.   Badan mudah Memar atau berdarah.
8.   Berat badan turun, padahal tidak diet.
9.   Badan mudah sakit dan mudah terinfeksi.
10. Sering batuk, nyeri dada, dan gangguan pernapasan lainnya
11. Sering ruam dan gatal.

Apabila gejala-gejala ini ada pada salah satu anggota keluarga, segera hubungi dokter. Semakin cepat penanganan dilakukan, maka kemungkinan sembuh semakin besar.

Penyakit ini bisa dideteksi lewat pemeriksaan fisik, CT scan, MRI, tes darah, biopsi kelenjar maupun sumsum tulang.

Setelah terdeteksi, pengobatan bisa melalui kemoterapi, terapi radiasi, antibodi monoklonal, atau kombinasi.

 

Kiat Bertahan 14 Tahun ala Srie Firman: Temukanlah Sahabat untuk Berbagi Rasa dan Membantumu Berdiri Tegak

Sebelumnya

Tekankan SADARI dan SADANIS, Dr. dr. Diani Kartini, Sp.B(K)Onk: Jangan Takut, Kanker Payudara Bisa Sembuh!

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Health