post image
KOMENTAR

SEBAGAI sebuah fashion brand yang fokus mendesain modest fashion untuk para Muslimah bekerja, NINA NUGROHO tak hanya menjual produk berkualitas premium tapi juga menjalin interaksi serta menjadi inspirasi dan solusi bagi para konsumennya.

Nina Nugroho, perempuan kelahiran 21 September 1983 yang menjadi desainer sekaligus CEO PT Nina Nugroho International memang memiliki filosofi “sukses mulia” yang menjadi landasan dalam membangun dan mengembangkan NINA NUGROHO. Bagi Nina, NINA NUGROHO bukan sekadar brand melainkan menjadi bagian dari gaya hidup para Muslimah profesional di Tanah Air. Menurut Nina, hidup tidak hanya bertujuan meraih kesuksesan tetapi harus bernilai manfaat bagi sesama.

Menjadi bagian dari gaya hidup perempuan Indonesia, NINA NUGROHO terus berinovasi baik dalam produk maupun dalam aktivitas. Terlebih di masa pandemi Covid-19, Nina Nugroho justru menjadikannya sebagai tantangan, bukan halangan untuk tetap berkarya.

Dalam segi inovasi produk, sejak tahun lalu NINA NUGROHO mulai membuat busana kerja yang virtual friendly, dengan detail lebih banyak berada di bagian atas juga padu padan warna yang eye catching namun tetap dalam aura profesional. NINA NUGROHO juga konsisten menghadirkan busana two in one yang dirasa akan sangat bermanfaat bagi konsumen di masa pandemi.

“Kami berpikir tentang efisiensi, selain bumi terselamatkan (mengusung konsep sustainable fashion), harganya juga efisien karena kita membeli dengan harga satu baju tapi berkesan dua baju,” ujar Nina Nugroho, Desainer Modest Fashion sekaligus CEO PT Nina Nugroho International dalam konferensi pers virtual Professional Women’s Week yang digelar Jumat, 17 September 2021.

Di masa pandemi, Nina bersama NINA NUGROHO memilih untuk menjadikan pandemi sebagai tantangan, bukan gangguan bagi keberdayaan perempuan. Dengan asas kolaborasi—yang menurut Nina sangat penting dijalankan di masa pandemi—ia semakin aktif memberi solusi melalui dialog bernas Nina Nugroho Solution. NN Solution awalnya ditujukan sebagai sharing session untuk memberi informasi dan solusi bagi konsumen NINA NUGROHO.

Selama pandemi, NN Solution hadir melalui Live Instagram dengan topik yang lebih luas untuk menambah wawasan, pengetahuan, sekaligus menjadi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi selama beradaptasi dengan pandemi. Berbagai topik dibahas Nina bersama narasumber yang kompeten di bidangnya mulai dari Covid-19 dan topik kesehatan lainnya, parenting di masa pandemi, kajian Islam, tips sukses berbisnis, hingga seni dan psikologi. Tak melulu soal fesyen.

“Untuk memulai menjadi womanpreneur di masa pandemi, perempuan harus ingat dan yakin bahwa ia kuat. Setiap perempuan berdaya. Pandemi menantang kita untuk terus berkarya. Saat pandemi, peluang yang bisa dimanfaatkan secara maksimal adalah teknologi. Platform online memungkinkan kita menjangkau lebih banyak orang dibandingkan sebelumnya,” kata Nina.

Kepedulian terhadap keberdayaan perempuan memang tak pernah lelah digaungkan Nina. Menurut istri Founder & CEO Corporate Innovation Asia (CIAS) Indrawan Nugroho ini, pada dasarnya perempuan adalah sosok yang sudah berdaya, namun dalam banyak hal sering keberdayaannya tertutup oleh berbagai persoalan yang dihadapi.

Menyadari hal itu, NINA NUGROHO menyelenggarakan Professional Women’s Week (PWW) #akuberdaya yang diharapkan mampu melejitkan keberdayaan perempuan Indonesia. Acara ini diharapkan juga dapat memberikan solusi bagi tantangan multiperan perempuan, terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Nina bersyukur ide PWW mendapat dukungan dari banyak asosiasi dan komunitas. Pelaksanaan PWW 2021 didukung Evapora, CIAS, Inovasi Handal Sinergi, juga Tempa Trainers Guilds (TTG). Inilah kolaborasi dengan persamaan visi dan misi, yang menurut Nina membantu NN ‘melompat lebih tinggi’ dan lebih cepat mencapai tujuan.

Lantas bagaimana dengan keberdayaan perempuan di berbagai pelosok daerah?

“Dari sisi fesyen, NN memang menargetkan segmen menengah ke atas. Tapi selain busana, kami juga punya banyak program. Seperti PWW ini yang bisa diikuti oleh semua perempuan—lintas segmen, lintas daerah (desa maupun kota). Karena banyak program dilakukan online, siapa pun bisa menjadi audience. Bahkan teman tuli dan sahabat disabilitas lain juga bisa berpartisipasi. Kami tidak membatasi kebermanfaatan dari segmen busana. Banyak hal yang bisa didobrak lewat dukungan banyak pihak melalui berbagai platform kegiatan,” ungkap Nina.

Bagi ibu empat anak ini, untuk bisa menjawab berbagai tantangan di masa pandemi, perempuan harus memiliki dua hal penting. “Pertama, harus sehat. Jika sehat, perempuan tak hanya berdaya tapi keberdayaannya bisa bermanfaat bagi banyak orang dan lingkungan. Kedua, jangan berhenti berkarya. Harus bisa mencermati kondisi terkini dan mencari solusi untuk terus berkembang,” kata Nina.

Professional Women’s Week 2021

NINA NUGROHO siap menggelar event perdana Professional Women’s Week (PWW) pada 20 – 24 September 2021 secara hybrid (online dan offline). PWW 2021 dilaksanakan dalam skema PPKM dan protokol kesehatan yang ketat.

PWW 2021 merupakan event yang diinisiasi oleh brand NINA NUGROHO dalam rangka mendukung para perempuan profesional di seluruh Indonesia untuk menikmati kehidupan terbaik mereka dengan mengoptimalkan multiperan di rumah maupun di luar rumah (kantor).

Pada tahun ini, PWW mengambil tema #akuberdaya, yang menjadi tema sentral sekaligus jiwa dari semua produk dan aktivitas NINA NUGROHO.

“Kami percaya bahwa perempuan Indonesia adalah individu yang berdaya dalam peran apa pun yang dimainkannya. PWW adalah sebuah perayaan atas keberdayaan itu. Keberdayaan yang menjadi pondasi utama negeri ini di masa kini maupun masa yang akan datang,” ujar Nina.

PWW 2021 diselenggarakan dalam bentuk Charity Sale, Talkshow, Fashion Show, dan Gala Luncheon. Puncak PWW akan menjadi kick off Gerakan #akuberdaya yang berjalan hingga satu tahun ke depan. Talkshow dengan berbagai tema diselenggarakan pada Senin – Kamis, 20 – 23 September 2021, ditutup dengan puncak acara kick off Gerakan #akuberdaya pada Jumat, 24 September 2021. Rencananya kegiatan PWW akan diikuti oleh 30.050 perempuan baik melalui online maupun offline.

Masih Berpeluang Munculkan Klaster Baru, Waspadai Titik Lengah Sekolah Tatap Muka

Sebelumnya

Hari Cuci Tangan Sedunia, 64 Juta Orang Belum Memiliki Akses Cuci Tangan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News