Keluarga adalah tempat yang tidak akan habis rindu kita padanya/ Net
Keluarga adalah tempat yang tidak akan habis rindu kita padanya/ Net
KOMENTAR

KELUARGA adalah tempat yang tidak akan habis rindu kita padanya.

Keluarga adalah tempat di mana karakter kita dibentuk. Tempat kita pertama kali belajar tentang kehidupan. Menjadi ‘obat’ lapar ketika tempat lain tidak menyediakan makanan untuk kita. Kita tahu, aroma hangat nasi dan masakan ibu merupakan nikmat tiada tara yang tidak kita temukan di mana pun.

Seringkali, saat kita sedang mendapat masalah, kita pasti ingin pulang ke rumah. Ketika dunia seperti sedang tidak adil pada diri kita, keluarga adalah tempat paling nyaman untuk disinggahi. Sungguh, bertemu kedua orangtua merupakan rezeki yang tak terhingga.

Bahkan ketika kita sudah menikah dan punya anak pun, saat ada masalah kita masih tetap ingin pulang ke rumah. Memang rasanya tenang sekali bisa pulang ke rumah untuk berkumpul bersama keluarga kita.

Ah, ya... keluarga selalu menjadi tempat ternyaman bagi kita. Sejauh apa pun kita pergi, seindah apa pun tempat yang kita kunjungi, keluarga tetap menjadi tempat kita kembali.

Begitu juga dengan anak-anak, orangtua dan keluarga adalah tempat ternyaman mereka. Di sini mereka bisa mendapat pelukan, ciuman, kenyamanan, ketenangan, cinta dan kasih sayang.

Saat mereka terjatuh, akan ada ibu yang selalu memeluk mereka, menenangkan mereka. Saat mereka gagal, akan ada ayah yang terus memberikan semangat untuk berjuang kembali. Saat mereka bahagia, akan ada ayah dan ibu yang lebih berbahagia. Apa lagi bagi anak perempuan, ayah adalah cinta pertama dalam hidupnya. Ah ,sungguh ini luar biasa.

Keluarga adalah hidup kita.

Bisakah kita bayangkan, jika ternyata seorang anak tidak memiliki tempat untuk kembali? Tidak ada kenyamanan dalam keluarganya. Tidak ada pelukan dan ciuman setiap hari. Tidak ada kata-kata sayang dan cinta untuk dirinya. Bersyukurlah kita yang masih merasakan kenikmatan dalam keluarga.

Kenikmatan dalam keluarga tidak serta merta berupa tempat berkumpul dan lengkapnya anggota keluarga. Tetapi cinta dan kehangatan keluargalah yang menjadi hal utamanya. Kenikmatan tiada tara yang dianugerahkan Allah Swt. kepada hamba-Nya.

Bayangkan bila yang mewarnai kehidupan keluarga bukan kata-kata hangat melainkan omelan dan bentakan. Bukan pelukan melainkan pukulan. Semua kekerasan yang melukai hati dan menimbulkan rasa takut bahkan amarah. Naudzubillah.

Sebagai ibu, janganlah terus mengeluh untuk segala lelah yang dipersembahkan untuk keluarga. Sebagai ayah, pundakmu menjadi tempat terkuat untuk menopang keluarga dan sosokmu sepatutnya menjadi panutan putra-putrimu.

Sebagai anak, engkaulah cinta terbesar orangtuamu, yang di setiap langkahmu teriring doa tulus orangtua. Tak lain agar keberkahan senantiasa menyertaimu. Bahkan sekali pun engkau sedang tertidur, doa orangtuamu menembus langit demi kebaikan dalam hidupmu.

Coba kita renungkan andai kita kehilangan kehangatan keluarga. Tak ada kenyamanan di dalamnya. Kita merasa tak ada tempat untuk kembali. Tak ada tujuan pulang. Tak bersisa, bahkan untuk sekadar meneguk sejuknya air di meja makan. Ini menjadi musibah bagi kita.

Dan bila kita benar-benar menginginkan cinta kasih keluarga, kita tak bisa bertahan pada ego hanya menjadi penikmat cinta. Jangan hanya mau disayang, tapi enggan menyayangi. Keharmonisan keluarga memerlukan adanya interaksi dan timbal balik. Take and give. Kita mesti ikut serta menciptakan hadirnya cinta dalam keluarga. Anak menghormati dan menyayangi orangtua. Dan orangtua mengasihi anak sepenuh jiwa raga.

Jika kita sebagai orangtua tak mau mencurahkan kasih sayang tulus, jangan menyalahkan anak andai ia kelak lebih suka menceritakan hari-harinya kepada orang lain dan lebih suka menghabiskan waktu dengan orang lain. Jangan pula menyalahkannya bila keluarga tak menjadi jawaban atas segala kegelisahan dan permasalahannya. Jangan menyalahkan anak bila keluarga tak menjadi tempat ia kembali.

Kitalah yang menjadikannya jauh. Orangtua yang dulu sering melukai hatinya. Dan mungkin kitalah yang menjadikan keluarga bukan tempatnya untuk kembali.

Maka, jangan pernah ragu untuk mengungkapkan rasa sayang kepada anak. Semua demi menciptakan kehangatan dan rasa nyaman dalam keluarga kita.

Jadikanlah keluarga tempat kembali untuk setiap anggota keluarga. Ciptakan cinta sejati dalam hangatnya kebersamaan keluarga. Karena meskipun waktu terus berjalan, torehan cinta keluarga akan selalu abadi dalam sanubari orangtua dan anak. Karena sebaik-baik tempat kembali adalah keluarga.

Salam hangat untuk keluarga tercinta di mana pun berada.




Anggunnya Keberanian Seorang Asma binti Abu Bakar

Sebelumnya

Memahami Faedah Bertawakal untuk Membebaskan Diri dari Penderitaan Batin

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Tadabbur