post image
Founder dan CEO HOPES Hafiz Al Asad/Repro
KOMENTAR

PESANTREN bukan hanya lembaga pendidikan yang kaya akan nilai-nilai keislaman, namun juga nilai-nilai keramahtamahan.

Hal itulah yang menginspirasi seorang pemuda asal Madura, Hafiz Al Asad, MA untuk menggabungkan konsep kultur religi di lingkungan pesantren dengan konsep hospitality di bidang perhotelan. Kolaborasi dua konsep tersebut dia realisasikan menjadi Hotel Pesantren (HOPES). 

Perpaduan apik kultur santri dan hospitality

Pertanyaan yang kemudian muncul barangkali adalah, bagaimana menemukan garis merah antara hotel dan pesantren?

"Sebenarnya, ide-ide ini muncul ketika masa awal pandemi Covid-19 di Indonesia, Maret 2020. Saat itu pekerjaan saya memungkinkan saya untuk bekerja secara remote dan saya pun pulang ke rumah di Madura. Kebetulan di rumah memang ada pesantren kecil," kata Hafiz dalam program webinar mingguan Bincang Sehat yang diselenggarakan oleh Kantor Berita Politik RMOL pekan lalu. 

"Suatu ketika saya sedang duduk, saya memperhatikan ada santri yang biasa sekali membantu bersih-bersih di rumah. Saat itu saya berpikir, kok ini bagus sekali cara dia membersihkan, merapikan dan sikapnya yang begitu sopan serta atentif," sambungnya. 

Sikap semacam itu pun membuat Hafiz teringat akan pelayanan yang biasa didapat di hotel bintang lima. 

"Kebetulan saya adalah orang yang senang staycation sejak dulu, sehingga saya berpikir bahwa pelayanan seperti ini bahkan melebihi apa yang didapatkan di hotel bintang lima. Sepertinya saya bisa nih membawa pelayanan seperti ini ke konsep hotel," ujar Hafiz.

"Kemudian muncul ide untuk membuat hotel berkonsep pesantren. Artinya, tempat penginapan yang berada di lingkungan pesantren, agar mereka yang menginap bisa merasakan hospitality dan pelayanan yang seperti ini," terang pria lulusan pascasarjana Boston University itu.

Bermula dari gagasan itulah, Hafiz memberanikan diri untuk membuat soft launching HOPES pada tanggal 22 Oktober 2020, bertepatan dengan momen Hari Santri Nasional. 

"Alhamdullilah, peluncuran itu dapat apresiasi positif dari masyarakat," kata Hafiz. 

Saat ini HOPES baru berada di Madura, namun dia menceritakan bahwa sudah ada sejumlah pesantren lainnya yang tertarik untuk membuka Hotel Pesantren, seperti di Bangkalan, Pasuruan, Lombok dan Kalimantan. 

Berpotensi genjot industri pariwisata halal di Indonesia

Hafiz menceritakan bahwa tidak sedikit masyarakat yang masih berasumsi bahwa pesantren merupakan lingkungan yang kolot. Padahal, pada kenyataannya tidak seperti itu. Bahkan justru banyak hal yang bisa diceritakan dari pesantren. 

Di lingkungan pesantren, sambung Hafiz, para santri bukan hanya piawai dalam belajar kitab, ilmu agama serta bahasa, melainkan juga mereka memiliki nilai lebih terutama dalam hal adab. Para santri memahami bagaimana cara untuk bersikap ramah, sopan dan santun. 

"Hal-hal semacam ini yang perlu kita ceritakan lebih luas agar banyak orang memahami bahwa nilai hospitality itu lekat dengan lingkungan pesantren," terangnya. 

Di titik itulah, Hafiz mengaku bahwa dia melihat potensi besar yang bisa digali lebih dalam dari lingkungan pesantren. 

"Saya pikir ini bisa jadi potensi khususnya ketika teman-teman lulusan pesantren mau berkarir di bidang manajemen hospitality. Apalagi saat ini sudah banyak konsep hotel syariah. Pemerintah pun sedang mendorong agar Indonesia bisa jadi salah satu pemain dalam industri pariwisata halal dunia," tutur Hafiz. 

"Diharapkan nantinya ketika teman-teman di pesantren lulus, mereka memiliki bekal bukan hanya paham dalam ilmu agama, bahasa Arab dan Inggris, membaca kitab kuning, tapi juga skill yang lain. Dalam hal ini di bidang hospitality," sambungnya. 

Lebih lanjut Hafiz menjelaskan bahwa konsep hotel pesantren yang dia rintis akan mampu membawa manfaat, bukan hanya untuk para santri, tapi juga untuk pesantren itu sendiri serta masyarakat umum. 

"Selain benefit untuk para santri, HOPES juga diharapkan untuk bisa membantu diversifikasi ekonomi pesantren. Diharapkan pesantren-pesantren yang tergabung di dalam HOPES nantinya bisa memiliki independensi dalam hal ekonomi. Karena selama ini masih banyak pesantren di Indonesia yang masih belum mandiri dalam hal perekonomian, sehingga terlalu relying pada bantuan pemerintah atau masyarakat," tutup Hafiz. 

Jika mau mengenal lebih jauh HOPES bisa melalui akun Instagram @hotelpesantren.

Cukup Sekali Saja, Vaksin Jhonson & Jhonson untuk Siapa?

Sebelumnya

Sebuah Cara Mengenal Penutup Kepala Perempuan Nusantara

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News