post image
Terapi keuangan perlu dilakukan jika hendak memperbaiki kondisi keuangan/Net
KOMENTAR

KEUANGAN kerap kali menjadi permasalah klasik banyak orang dalam kehidupan sehari-hari.

Daripada membandingkan hidup kita dengan orang lain, apalagi dari segi keuangan, ada baiknya kita bercermin dan melihat diri sendiri, apakah ada yang perlu diibenahi dalam masalah keuangan kita sendiri atau tidak.

Jika kita menemukan diri kita berada dalam kondisi terlilit utang dan tidak memiliki tabungan, itu berarti kondisi keuangan kita sudah tidak sehat. Meski begitu, bukan berarti hal tersebut tidak bisa diselesaikan.

Financial planner sekaligus CEO ZAP Finance Prita Ghozie membagikan tips untuk mengatasi kondisi tersebut, yaitu melalui terapi keuangan.

"Percaya bahwa semua akan indah pada waktunya. Tidak ada yang tahu kondisi keuangan sesungguhnya dari setiap orang atau seberapa besar usaha mereka," tulis Prita di akun Instagramnya @pritaghozie pekan ini.

"Tapi saat keuangan kita tidak membaik juga, kita beresin dengan terapi keuangan," sambungnya.

Dia membagi delapan tahapan untuk penyelesaian masalah tersebut, yaitu:

1. Akui Punya Masalah

Setiap orang menghadapi masalah keuangan, namun dengan skala dan kondisi yang berbeda. Sehingga tidak perlu malu untuk mengakui kepada diri sendiri bahwa dirinya sedang memiliki masalah keuangan.

Untuk memperjelas masalah keuangan apa yang dimiliki, Prita menyarankan untuk melakukan setidaknya dua hal, yakni melakukan financial checkup setiap setidaknya enam bulan sekali serta menjalin komunikasi soal keuangan dengan pasangan jika sudah menikah.

2. Buat Daftar Utang

Secara umum, jelas Prita, kesulitan mengatur cashflow itu berakar dari pinjaman yang diambil di luar batas kemampuan finansial.

Jika sudah terlanjut terlilit utang, Prita menyarankan untuk melakukan dua hal, yakni menulis pinjaman yang kita miliki saat ini dan untuk apa. Serta memisahkan mana pinjaman untuk pembelian rumah tinggal, kendaraan, gadget dan elektronik, atau pinjaman tarik tunai.

Dengan demikian, bisa dilihat seberapa besar komitmen cashflow bulanan yang kita miliki untuk membayar pinjaman tersebut.

3. Fokus Melunasi Utang

Ada dua cara untuk melunasi utang, yaitu dengan Debt Avalanche atau Debt Snowball.

"Saat konidisi sedang stress, kita pakai Debt Snowball Method, karena pinjaman perlu dilunasi dan dihilangkan," tulis Prita.

Oleh karena itu, dia menyarankan untuk melunasi pinjaman mulai dari sisa pinjaman dengan nominal terkecil.

"Tujuan dari terapi ini adalah menghilangkan daftar pinjaman satu demi satu," tulisnya.

"Percayalah, secara psikologis kamu akan menemukan kekuatan baru untuk memperbaiki keuangan," sambung Prita.

4. Buat Budget Baru Dengan Metode Yang Sesuai

Hal yang selanjutnya perlu dilakukan adalah menghilangkan losers mentality, atau kebiasaan hidup di masa lalu atau hidup di negeri khayalan.

Caranya adalah dengan membuat budget cashflow bulanan yang sesuai dengan kemampuan finansial kita dengan metode: Living 50 persen, Saving 30 persen dan Playing 20 persen dari penghasilan.

5. Bangun Dana Darurat

Close X

5 Tipe Ibu Mertua, Ada Apa di Balik Sikap Mereka?

Sebelumnya

Pandemi Malah Bikin Kecanduan Belanja? Begini Cara Mengatasinya, Bunda!

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Farah Family