Pekerja perempuan di Arab Saudi/ Net
Pekerja perempuan di Arab Saudi/ Net
KOMENTAR

ARAB Saudi membuka seluas-luasnya kesempatan bagi para wanita di sana untuk bekerja di berbagai sektor industri. Saat ini, jumlah pekerja wanita di negara itu mengalami kenaikan hingga 120 persen  pada kwartal pertama tahun ini.

Itu semua karena badan swasta maupun pemerintah telah menjangkau para wanita yang memenuhi syarat di seluruh sektor ekonomi Saudi.

Menurut data dari Otoritas Saudi untuk Kota Industri dan Zona Teknologi (MODON) jumlah perempuan Saudi yang bekerja di kota-kota industri mengalami lonjakan, naik mencapai 17.000.

Direktur Jenderal MODON, Khalid Al-Salem mengatakan pihaknya telah menjadikan sektor industri lebih menarik bagi perempuan melalui inovasi produk pembiayaan, layanan, dan solusi yang sesuai dengan peran penting perenpuan dalam perekonomian nasional.

Yang menarik, para wanita bukan saja diberikan kesempatan untuk berkarir tetapi juga untuk berinvestasi.  

Al-Salem menyebut akan ada peluncuran pabrik prefabrikasi kecil guna memungkinkan investasi perempuan di kota industry Dammam yang pertama di Saudi pada 2021.

“MODON terus memberdayakan perempuan baik sebagai karyawan maupun sebagai investor dengan menciptakan lingkungan model dalam kemitraan dengan sektor publik dan swasta,” katanya, seperti dikutip dari Arab News, Selasa (8/12).

“Oasis-oasis ini menampung industri bersih seperti industri medis dan makanan, karet dan industri teknologi tinggi, serta pabrik pracetak yang mendukung pengusaha perempuan dari usaha kecil dan menengah,” katanya.

MODON berupaya mendukung produktivitas perempuan dengan menyediakan lingkungan yang optimal bagi pekerjaan mereka.

Oleh karena itu, mereka menandatangani nota pemahaman dengan perusahaan pengembang bangunan untuk melaksanakan program pembibitan dan taman kanak-kanak di kota dan oasis industri di bawah bimbingan Kementerian Pendidikan.

“MODON berhasil meningkatkan jumlah perempuan Saudi di kota-kota industry dengan mencapai 17.000 pegawai perempuan pada akhir kuartal pertama tahun 2020 dibandingkan dengan 7.860 pada akhir 2018,” jelasnya.

 




Akankah Kamala Harris Jadi Presiden Perempuan Pertama Amerika Serikat?

Sebelumnya

Harashta Haifa Zahra Menang Miss Supranational 2024, “Indonesia, Kita Berhasil!”

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Women