post image
Foto : Instagram@iamcaesar__
KOMENTAR

NAMA perempuan ini Caesaria Apriliani. Caesar adalah salah satu World Hijab Day Ambassador Indonesia. Di Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB), ia pernah menjabat sebagai Social Media Manager. Hobinya membaca, belajar bahasa asing, dan makeup ini. Untuk urusan perawatan kulit, lulusan jurusan Hubungan Internasional ini konsisten dengan rutinitas step by step perawatan kulit ala Korea.

Caesar cas cis cus berbahasa Inggris. Fluently. Tingkat profesional. Bagaimana tidak fasih, dia bekerja di EF (English First) selama dua tahun sebagai English Teacher dan English Education Consultant. Ruang lingkup kerjanya internal, eksternal, hingga jagat digital.

Tahun ini usianya (baru) menginjak 30 tahun. Tapi pemikiran perempuan kelahiran 20 April 1990 ini sungguh luar biasa. Ditambah lagi kepiawaiannya berkomunikasi serta tampil dengan look yang kadang terkesan nyeleneh tapi keren. She is not an ordinary one!

Kisah hidupnya sedemikian berwarna, berliku, dan terjal. Tapi itulah yang membentuk mental pejuang seorang Caesar. Terakhir, istri Khaled Cherrabi asal Aljazair ini menulis profesinya sebagai Content Management Specialist TikTok Indonesia. TikTok?

Seperti apa pemikiran Caesar tentang perjuangan, pemberdayaan, dan kontribusi perempuan? Berikut kisahnya untuk Farah.id.

F: Bagaimana perjalanan awal karir Caesar? Apakah kamu setia di satu bidang yang sama?

CA: Saya lulus kuliah dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta tahun 2015. Sejujurnya sejak kecil saya tumbuh dewasa dengan mengikuti imajinasi dan kata hati. Meski samar, saya hanya punya satu goal dalam karir yaitu ingin bekerja sambil keliling dunia atau justru tinggal di salah satu negara asing. Karena itulah saya ambil jurusan Ilmu Hubungan Internasional untuk menjadi salah satu kunci membuka pintu mimpi tersebut.

Namun kenyataan berkata lain. Pekerjaan pertama purna waktu saya selepas kuliah adalah menjadi reporter di salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta. Pekerjaan yang saya dapatkan tepat 5 bulan sebelum wisuda. Saya tidak dapat mengikuti proses seleksi untuk Kementerian Luar Negeri saat itu karena memang tuntutan sebagai anak pertama yang diminta harus cepat-cepat kerja dan membantu keuangan keluarga.

Setelah itu, pekerjaan saya setelahnya, tidak stick to satu bidang, melainkan mengikuti kata hati, ingin bekerja di perusahaan dan lingkungan internasional.

F: Boleh diceritakan proses terpilihnya kamu sebagai salah satu World Hijab Day (WHD) Ambassador Indonesia?

CA: Tepatnya tahun 2018 akhir, saya terinspirasi teman sesama komunitas yang sudah menjadi WHD Ambassador terlebih dahulu. WHD pusat memang selalu membuka kesempatan volunteer tiap akhir tahun. Setelah mengikuti proses seleksi, saya mendapat email konfirmasi bahwa saya terpilih menjadi WHD Ambassador Indonesia untuk tahun 2019-2020.

F: Apa makna menjadi WHD Ambassador untuk seorang Caesar?

CA: Peringatan World Hijab Day selalu menjadi perhatian dunia internasional, terutama di negara-negara barat di mana teman-teman hijabers merupakan minoritas yang sering mendapat diskriminasi. Menjadi salah satu WHD Ambassador di Indonesia membuat saya memiliki suara lebih keras dalam meneriakkan dukungan saya kepada semua hijabers yang mendapat ketidakadilan dalam mengikuti dan mengekspresikan identitas agama mereka.

F: Apa saja yang sudah kamu lakukan sebagai WHD Ambassador?

CA: Terakhir di perayaan WHD Februari 2020, saya dan teman-teman menggelar kampanye Empowered in Hijab. Ada kegiatan hijab on the street dan public speaking workshop. Sejujurnya masih banyak yang dapat saya kerjakan, namun pandemi yang terjadi di tahun 2020 ini membuat langkah harus tertunda.

Di awal tahun 2020 tepatnya di bulan Februari, saya dan kedua rekan sesama Ambassador alhamdulillah memperingati Hari Hijab Sedunia dengan membuka booth di CFD area Sudirman, dengan membagikan hijab dan produk sponsor gratis kepada mereka yang datang untuk sekedar bertanya, berfoto bersama, dan memberikan dukungan.

Setelah itu kami juga mengadakan Public Speaking Workshop yang bekerjasama dengan salah satu komunitas ahli public speaking di Jakarta untuk menjadi pembicaranya, alhamdulillah acara dihadiri lebih dari jumlah target peserta. Diharapkan dengan workshop itu, para peserta yang hadir dapat mengambil ilmu dan mempraktikkannya kedalam kehidupan sehari-hari dan karirnya, supaya seorang hijaber punya power untuk menyuarakan ide dan gagasannya bagi masyarakat.

F: Seperti apa hubungan kamu dengan para WHD Ambassador negara lain? Apakah sering membahas isu-isu terkait perempuan dan hijabers?

CA: Hubungan kami baik, terutama dengan Ambassador di WHD pusat di Amerika Serikat. Ada lebih dari 50 Ambassadors di beberapa negara di dunia. Saat ini komunikasi kami terbatas pada media sosial.

F: Kamu juga aktif sebagai Board Member di wewomen.id. Bagaimana kamu melihat pemberdayaan perempuan di Indonesia? Apa yang masih harus ditingkatkan?

CA: Wah, sejujurnya kapasitas saya sebatas observasi, dalam hal ini sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai ragam budaya. Pemberdayaan perempuan di Indonesia pada zaman ini pastinya sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun pra dan pascakemerdekaan. Namun, saya melihat bahwa tingkat pendidikan masih harus ditingkatkan. Dengan tingkat pendidikan dan akses murah untuk pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia, baik laki-laki dan perempuan akan memiliki akses dan kesempatan yang sama untuk mengisi posisi-posisi strategis di lingkungan kerja.

 

Close X

Untuk Pertama Kalinya Perempuan Keturunan Palestina-AS Diangkat Sebagai Staf Gedung Putih

Sebelumnya

Jangan Hidup Hanya Untuk Menyenangkan Orang Lain

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Women