post image
Sesuai namanya, essential oil merupakan “sari kehidupan” dari tanaman yang diambil lalu ‘dikunci’ untuk bisa menghasilkan manfaat bagi manusia/ Net
KOMENTAR

ESSENTIAL oil memiliki substansi sangat kompleks dan terbentuk dari banyak komponen yang sulit diidentifikasi. Diambil dari daun, kelopak bunga, putik, hingga kulit batang pohon.

Sesuai namanya, minyak ini merupakan “sari kehidupan” dari tanaman yang diambil lalu ‘dikunci’ untuk bisa menghasilkan manfaat bagi manusia.

Karena bersifat demikian murni, proses mendapatkannya pun tidak mudah. Essential oil diambil dari bagian terbaik tanaman yang dipetik saat waktu tertentu (at the right moment) untuk mendapatkan esens berkualitas terbaik.

Essential oil adalah jenis minyak yang sangat berbeda dari minyak yang biasa digunakan untuk memasak. Essential oil adalah esens atau sari yang terkonsentrasi, dengan sifat yang lebih ringan dari air, sangat mudah terbakar, dan sangat cepat menguap. Karena itulah essential oil harus dicampur bahan lain untuk ‘mengunci’ kandungan nutrisi di dalamnya dan bisa efektif digunakan.

Banyak orang menyamakan essential oils dengan aromaterapi—yang identik sebagai obat alternatif. Padahal, porsi produksi essential oils untuk aromaterapi jauh lebih sedikit dibandingkan untuk bumbu masakan, wewangian, farmasi, dan bidang kimia sintetis.

Kekayaan flora Tanah Air tidak hanya memberi sumbangsih untuk melindungi kondisi bumi dan menjadi potensi pariwisata alam. Kekayaan nabati merupakan komponen penting holistic theraphy yang kini sangat diminati. Tulisan ini membahas tentang pemanfaatan essential oils untuk aromaterapi; sebuah terapi alternatif yang dipercaya mampu memelihara kesehatan lahir dan batin secara komprehensif.

Mengapa kini menjadi tren? Apakah minyak ini adalah hasil teknologi canggih?

Karena berasal dari alam, minyak atsiri sudah ada sejak masa lampau. Keunggulan minyak tumbuhan ini telah dikenal sejak 6000 tahun silam dan digunakan untuk pengobatan, pembersihan, pengawetan, mood booster, juga wewangian. Jika pada kenyataannya masih (bahkan makin) populer pada saat ini, tentu ada alasan penting mengapa eksistensi minyak ini bertahan selama berabad-abad.

Hakikatnya, minyak atsiri adalah minyak yang diekstrak dari sumber-sumber alami. Contohnya, peppermint dari tanaman, lemon dari buah-buahan, cypress dari kulit pohon, dan helichrysum dari bunga-bungaan. Minyak ini unggul karena kandungan nutrisi yang menguntungkan dan berbagai kandungan lain yang bermanfaat bagi hidup manusia.

Lantas, siapa yang pertama kali menggunakan essential oil?

Meskipun tidak ada satu nama tertentu yang dikatakan sebagai orang pertama yang memperkenalkan essential oil dalam pengobatan tradisional, literatur mencatat beberapa peradaban kuno di dunia yang terdepan dalam pemanfaatannya.

Mesir Kuno

Dimulai dari Mesir. Pengobatan herbal memiliki peran kunci di masyarakat Mesir kuno, yaitu menjadi pengobatan holistik. Tidak hanya mengobati penyakit, tapi juga menyelamatkan nyawa manusia. Di antara contoh resep dalam Ebers Papyrus adalah fenugreek untuk mengobati masalah pernapasan, thyme untuk meredakan rasa sakit (nyeri), dan coriander untuk mengobati masalah kandung kemih.

Tidak hanya untuk pengobatan, berbagai tanaman tersebut juga digunakan sebagai wewangian tubuh, sabun mandi, hingga dupa—yang membuat essential oils lekat dengan konsep supranatural.

Sebelum era Mesir kuno, beberapa tanaman dan kayu-kayuan memang digunakan untuk mengatasi gangguan mental hingga pengusiran setan yang dianggap sebagai penyebab datangnya penyakit.

Banyak peneliti juga mengatakan bahwa minyak lavender sudah digunakan sejak 2000 tahun silam. Bangsa Mesir memakainya untuk membuat parfum dan mumi, sedangkan bangsa Romawi menggunakan lavender untuk mengharumkan ruangan, memasak, dan mandi.

India & Cina

Bersamaan dengan Mesir kuno, pengobatan menggunakan herba juga dipercaya telah berkembang di India dan Cina. Adalah Ayurveda (Bahasa Sansekerta India kuno: Ayur=kehidupan, Veda=pengetahuan) yaitu pengobatan holistik khas India yang terdiri dari tindakan komprehensif secara spiritual, filosofis, dan praktis. Ayurveda telah diadopsi selama lebih dari 5000 tahun sampai saat ini.

Pijat aromatik untuk pengobatan orang sakit sudah ada dalam literatur pada 2000 SM, menggunakan sandalwood, coriander, myrrh, dan cinnamon (kayu manis).

Ditulis pula tentang basil yang dianggap mampu membuka hati dan pikiran untuk positif sekaligus memperkuat keimanan (dalam kepercayaan Hindu). Buku kuno Vedas memuat 700 tanaman dan wewangian yang dapat digunakan untuk terapi maupun sebagai elemen keagamaan.

Di tempat lain, di saat yang hampir bersamaan,Yellow Emperor’s Classic of Internal Medicine yang merupakan kitab pengobatan tertua di Cina terlacak pada 2697 SM. Di dalamnya tertulis 300 tanaman beserta satu per satu cara penggunaannya dalam pengobatan. Pengobatan herbal adalah metode pengobatan tradisional Cina selain akupunktur dan pijat.

Eropa Hingga Arab

Setelah peradaban Mesir jatuh sekitar 300 SM, Eropa menjadi pemain utama dalam pengembangan manfaat essential oils. Saat itu, pemahaman terhadap ilmu pengetahuan dan biologi semakin mendalam hingga terlihatlah potensi aromaterapi sebagai penawar berbagai penyakit.

Hippocrates (Hipokrates) adalah satu nama yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah essential oils. Ia termasuk pionir dalam penggunaan essential oil untuk banyak alasan khusus. Hippocrates adalah seorang praktisi medis yang berpikir bahwa kekuatan alam merupakan penyebab orang jatuh sakit.

Close X

Nikmati Saat Ini, Kunci Atasi Cemas Berlebih Ala Mario Albert

Sebelumnya

Joe Biden Akan Minta Warga AS Kenakan Masker Selama 100 Hari

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Health