post image
Makanan ultra olahan memiliki dampak buruk bagi kesehatan tubuh/Net
KOMENTAR

YOU are what you eat. Makanan apa yang kita konsumsi sehari-hari dapat memberikan banyak pengaruh bagi tubuh dan kehidupan kita sehari-hari.

Sebagian besar makanan membutuhkan beberapa tingkat pemrosesan sebelum akhirnya layak disajikan di atas meja makan. Namun, perlu diperhatikan agar jangan sampai kita terlalu banyak mengkonsumsi makanan olahan.

Apa itu makanan olahan? Makanan olahan adalah jenis makanan yang melalui banyak tingkat pemrosesan sebelum tersaji di meja makan.

Istilah "makanan olahan" sebenarnya dapat menimbulkan kebingungan karena kebanyakan makanan diproses dengan cara tertentu.

Untuk memperjelasnya, makanan yang melalui pemrosesan mekanis, seperti menggiling daging sapi, atau memanaskan sayuran, tidak serta merta membuat makanan tersebut menjadi tidak sehat, asalkan tidak ada bahan kimiawi yang ditambahkan.

Yang perlu menjadi sorotan adalah pemrosesan kimiawi. Pasalnya, makanan yang diproses secara kimia seringkali hanya mengandung bahan olahan dan bahan buatan, dengan sedikit nilai gizinya. Mereka cenderung menambahkan zat penyedap kimia, pewarna, dan pemanis.

Makanan jenis ini sering kali juga disebut dengan makanan ultra olahan.

Dalam beberapa dekade terakhir, asupan makanan ultra olahan telah meningkat secara dramatis di seluruh dunia. Mengutip Medical News Today, makanan ini sekarang menyumbang 25–60 persen dari asupan energi harian seseorang di sebagian besar dunia.

Beberapa contoh makanan ultra-olahan yang biasa dikonsumsi adalah, makanan beku atau siap saji, makanan yang dipanggang, termasuk pizza, kue, dan kue kering, roti kemasan, produk keju olahan, sereal sarapan, kerupuk dan keripik, permen dan es krim, mie instan dan sup instan, daging yang dilarutkan seperti sosis, nugget, fish finger, dan ham olahan, soda dan minuman manis lainnya

Dari segi rasa, makanan ultra-olahan cenderung enak dan seringkali tidak mahal. Namun di balik itu, ada ancaman kesehatan yang nyata.

Makanan ultra-olahan biasanya mengandung bahan yang bisa berbahaya jika dikonsumsi berlebihan, seperti lemak jenuh, tambahan gula, dan garam. Makanan ini juga mengandung lebih sedikit serat makanan dan lebih sedikit vitamin daripada makanan utuh.

Untuk semakin mempertegas hal tersebut, berikut tujuh alasan mengapa makanan ultra-olahan dapat meningkatkan risiko kesehatan tubuh:

1. Gula Tambahan

Makanan ultra olahan cenderung mengandung gula tambahan. Kandungan ini tidak memiliki nutrisi penting tetapi tinggi kalori.

Mengkonsumsi gula tambahan secara berlebihan dapat menyebabkan makan berlebihan secara kompulsif. Ini juga terkait dengan kondisi kesehatan seperti obesitas, sindrom metabolik, diabetes tipe 2, dan penyakit inflamasi.

2. Bahan-bahan buatan

Daftar bahan di belakang kemasan makanan ultra olahan seringkali penuh dengan zat yang tidak dapat dikenali. Beberapa adalah bahan kimia buatan yang ditambahkan oleh produsen untuk membuat makanan lebih enak.

Makanan dengan proses tinggi sering kali mengandung jenis bahan kimia seperti:
1. Pengawet, yang menjaga makanan agar tidak cepat rusak
2. Pewarna buatan
3. Penyedap kimia
4. Agen tekstur

Selain itu, makanan olahan dapat mengandung banyak bahan kimia tambahan yang tidak tercantum di labelnya. Misalnya, bahan "perasa buatan" yang tertera di kemasan. Namun ini sebenarnya adalah campuran yang memiliki hak milik. Produsen tidak harus mengungkapkan dengan tepat apa artinya, dan biasanya merupakan kombinasi bahan kimia.

3. Karbohidrat olahan

Karbohidrat adalah komponen penting dari makanan apa pun. Walau bagaimanapun, karbohidrat dari makanan utuh memberikan manfaat kesehatan yang jauh lebih besar daripada karbohidrat olahan yang terkandung dalam makanan ultra-olahan.

Karbohidrat olahan sering menyebabkan peningkatan atau penurunan gula darah. Mengonsumsinya dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.

Makanan olahan tinggi sering kali mengandung karbohidrat olahan tinggi.

Karena itu, baiknya memberikan tubuh dengan karbohidrat alami yang bisa didapatkan dari sejumlah jenis makanan, seperti biji-bijian, sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan.

Close X

Mindful Eating, Cara Jitu Jaga Konsistensi Diet

Sebelumnya

Berenang Di Kolam Renang Umum Saat Pandemi Covid-19, Bahaya Kah?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Farah Health