post image
Menteri Keuangan Sri Mulyani/ Net
KOMENTAR

MUNGKIN belum banyak yang mengetahui bahwa sebenarnya Indonesia telah memiliki program anggaran responsif gender atau ARG. Di saat pandemik ini, implementasi program ARG sangat membantu dalam merespon kebutuhan setiap orang yang memerlukan.

Lalu apa itu ARG?

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sapaan hangatnya yang diposting di akun media sosialnya mengatakan progam ARG di tengah pandemik saat ini merupakan saat yang tepat.

“Selamat pagi, perempuan tangguh, Indonesia. Di dalam penanganan Covid-19, fokus pemerintah tidak hanya dalam hal memulihkan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan, namun juga konsisten mewujudkan kesetaraan gender dan inklusi keuangan,” tulis Sri Mulyani, Jumat (11/9).

“Anggaran Responsif Gender (ARG) adalah anggaran yang merespon kebutuhan perempuan dan laki-laki di mana bertujuan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender,” terang Sri Mulyani.

Saat ini, pemerintah Indonesia berupaya mengatasi isu kesetaraan gender dengan berbagai hal, salah satunya melalui program perlindungan sosial. Ia menuturkan program perlindungan sosial mengamanatkan perempuan sebagai penerima bantuan uang tunai yang di transfer oleh pemerintah.

Mengapa saat ini difokuskan untuk perempuan?

"Karena berbagai penelitian menunjukan bahwa perempuan akan memanfaatan [uang] secara bijak dan lebih baik untuk keluarganya," tutur Sri Mulyani,  dalam siaran virtual ADB-UN Women’s Virtual High-Level Roundtable: Promoting Gender Equality in Covid-19 Response and Recovery melalui video conference.

Seperti diketahui, lebih dari 80 persen pelaku UMKM adalah para perempuan yang mempekerjakan perempuan, menurut Sri Mulyani. Dengan demikian kebijakan untuk UMKM berupa subsidi bunga dan penjaminan untuk kredit modal kerja sebagian besar diterima oleh perempuan selaku pelaku UMKM.

Syarat yang harus dipenuhi para perempuan untuk program perlindungan sosial, seperti Bantuan Tunai Langsung (BLT) keluarga miskin adalah harus memiliki rekening bank.

"Maka, kami mensyaratkan kepada mereka untuk membuka rekening sistem perbankan," tutur Sri Mulyani.

Pemerintah akan menggunakan momentum ini untuk menjangkau lebih banyak lagi perempuan agar kemampuan ekonominya dapat ditingkatkan melalui bantuan teknis dan akses ke perbankan.

Untuk tahun 2020 dan 2021, Pemerintah akan melanjutkan prioritas reformasi struktural di bidang Pendidikan, Kesehatan, pembangunan infrastruktur dan Infromation and Communication Technology (ICT).

“Diharapkan setiap desa di Indonesia segera memiliki akses komunikasi untuk meningkatkan kemampuan pendidikan. Tentunya pendidikan dan kesejahteraan perempuan akan mendapat perhatian khusus,” ujar Sri Mulyani. 

“Ayo perempuan Indonesia, terus belajar dan maju berkarya agar dapat berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi yang lebih strategis.(F)

 

Close X

63 RT Di Jakarta Tergenang, Sejumlah Warga Mengungsi Di 5 Lokasi

Sebelumnya

Istri Mendiang Sekda DKI Saefullah Bikin Surat, Begini Isinya

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah News