post image
Michelle Obama/ Net
KOMENTAR

SEBUAH pernyataan yang cukup mengejutkan datang dari Istri Mantan Presiden AS Barrack Obama, Michelle Obama.

Mantan Ibu Negara itu mengaku bahwa menderita "depresi tingkat rendah" akibat karantina virus corona, perselisihan rasial di Amerika Serikat dan kemunafikan pemerintahan Trump.

Pernyataan itu dikatakannya dalam episode terbaru "The Michelle Obama Podcast" yang dirilis di Spotify pada Rabu (5/8).

"Saya bangun di tengah malam karena saya khawatir tentang sesuatu atau ada beban," kata mantan Ibu Negara yang berusia 56 tahun itu.

"Saya mencoba memastikan bahwa saya mencoba untuk latihan meskipun ada periode di seluruh karantina ini di mana saya merasa terlalu lemah," katanya, seperti dikutip dari AFP, Rabu (5/8).

Michelle mengatakan bahwa dia telah mengalami pasang surut emosional yang menurutnya semua itu dirasakan juga oleh semua orang , di mana orang-orang tidak merasa yakin terhadap diri sendiri.

"Saya tahu bahwa saya sedang menghadapi beberapa bentuk depresi tingkat rendah. Bukan hanya karena karantina, tetapi karena perselisihan rasial, dan menyaksikan kemunafikan pemerintah saat ini, hari demi hari, membuat putus asa," ungkapnya.

Michelle Obama dan Barack Obama adalah presiden kulit hitam pertama Amerika dan kini tinggal di Washington setelah ia meninggalkan Gedung Putih pada Januari 2017.

Dia juga mengatakan sangat melelahkan untuk menyaksikan kisah lain tentang orang kulit yang selalu mendapat perlakuan tidak manusiawi, yang membuat mereka terluka bahkan terbunuh, atau dituduh melakukan kesalahan yang sebenarnya tidak mereka lakukan.

"Dan itu menyebabkan beban berat yang belum saya rasakan dalam hidup saya, hingga saat ini," katanya.

"Kita berada dalam momen unik dalam sejarah," katanya. "Kita hidup melalui sesuatu yang tak seorang pun dalam kehidupan kita pernah lalui," ungkapnya. (F)

 

Close X

Kabar Baik! Afghanistan Putuskan Nama Ibu Berhak Dicantumkan Di Kartu Identitas Anak

Sebelumnya

Bandara Italia Ini Katongi Penghargaan Anti-Covid Bintang Lima Pertama Di Dunia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah News