SRI Sultan Hamengku Buwono X saat mendatangi SMPN 1 Turi Sleman dan menyampaikan keprihatinan atas musibah susur sungai yang mengakibatkan korban sejumlah siswa/Net
SRI Sultan Hamengku Buwono X saat mendatangi SMPN 1 Turi Sleman dan menyampaikan keprihatinan atas musibah susur sungai yang mengakibatkan korban sejumlah siswa/Net
KOMENTAR

SRI Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan duka cita yang mendalam atas musibah susur sungai di Sungai Sempor yang menewaskan tujuh siswa SMPN 1 Turi, Sleman, pada Jumat (21/2).

Melalui Akun Twtter @humas_jogja, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini, menurutkan kesedihan yang mendalam. Suaranya yang pelan dalam rekaman yang diunggah, mengisyaratkan ia amat terpukul dengan musibah ini.

"Ikut berduka cita atas meninggalnya anak-anak dari SMPN 1 Turi di Kabupaten Sleman atas musibah pada waktu punya aktivitas menyusuri sungai," kata Sri Sultan.

Sultan menyayangkan dan mempertanyakan mengapa kegiatan tersebut dilakukan pada saat musim hujan.

"Saya prihatin kenapa justru pada waktu musim hujan ada aktivitas untuk menyusuri sungai. Saat musim hujan masyarakat diimbau untuk menjauhi aktivitas yang berdekatan dengan sungai," ujarnya.

"Entah itu alasannya untuk bersih desa ataupun bersih kali dan lainnya, ditunda saja dulu. Nggak usah pada waktu musim hujan," tegasnya lagi.

Selanjutnya Sultan menginstruksikan ke BPBD DIY untuk mengeluarkan surat edaran tidak melakukan kegiatan di sekitaran sungai pada saat musim hujan.  

Sultan juga meminta tanggung jawab pimpinan sekolah atas musibah ini.

"Dan saya hanya bisa meminta pimpinan sekolah bertanggung jawab atas musibah ini," kata Sultan.

Malam-malam, Sultan bersama Ratu Hemas, mengunjungi SMPN 1 Turi dan berdialog dengan guru-guru di sana. Sultan juga menemui orangtua para korban. Nampak kesedihan di raut wajahnya.

Sebanyak 230 personel tim SAR gabungan dikerahkan untuk mencari Siswa SMPN 1 Turi Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang hanyut di Sungai Sempor. Hingga Sabtu (22/2) pagi pencaian dilakukan dengan mengerahkan pesonil tambahan.

Korban meninggal berjumlah tujuh orang semuanya adalah anak-anak perempuan, sementara 3 lainnya dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

 




Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Sebelumnya

Palang Merah Indonesia Berkomitmen Melanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News