Dubes Republik Korea untuk Indonesia bersama sejumlah wartawan senior/Ist.
Dubes Republik Korea untuk Indonesia bersama sejumlah wartawan senior/Ist.
KOMENTAR

DUTA Besar Republik Korea, Lee Sang-deok, menyambut baik rencana kunjungan delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke Korea yang akan dilakukan pada pekan ketiga bulan Juni. 

Dubes Lee merasa yakin, kunjungan yang akan diikuti oleh 11 anggota PWI itu dapat meningkatkan kualitas hubungan kedua negara yang sudah berlangsung selama 51 tahun.

Keyakinan itu disampaikan Dubes Lee ketika memberikan sambutan dalam santap siang bersama Pengurus PWI dan anggota delegasi yang akan berangkat di Restoran Yewon, Jalan Purnawarman, Jakarta Selatan, Selasa (4/6).

Hadir dalam jamuan itu Ketua Umum PWI Hendry Ch. Bangun, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa, Komisaris TVRI Agus Sudibyo, dan Sekjen PWI Sayid Iskandarsyah, serta beberapa dari anggota delegasi PWI yang akan berangkat ke Korea.

Jamuan makan siang dibuka dengan penayangan lagu “Fly Together” yang diciptakan diplomat Korea Selatan James Lee untuk menyambut 50 tahun hubungan Indonesia dan Korea Selatan tahun lalu.

Program kunjungan ke Korea Selatan ini merupakan kerjasama antara PWI dan Asosiasi Wartawan Korea (JAK) yang dimulai pada tahun 2013 dan digagas Ketua Bidang Luar Negeri PWI pada saat itu, Teguh Santosa.

Dubes Lee mengatakan, setelah berlangsung selama lima dekade, hubungan Indonesia dan Korea Selatan berkembang ke arah yang semakin meyakinkan. Pada tahun 2017, kedua negara meningkatkan hubungan menjadi Special Strategic Partnership.

Volume perdagangan Indonesia dan Korea Selatan mengalami peningkatan sebesar 140 kali dibandingkan 50 tahun lalu ketika hubungan kedua negara dimulai. Sementara dalam satu dekade terakhir, investasi perusahaan-perusahaan Korea Selatan di Indonesia meningkat sebesar 20 persen. Adapun jumlah perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia sekitar 3.000 perusahaan. Pada tahun 2023, Korea Selatan tercatat sebagai investor terbesar ke-6 di Indonesia.

“Korea Selatan merupakan satu-satunya negara yang berinvestasi pada industri utama seperti electric vehicle eco-ssystem, petro-chemical, baja, elektronik, juga keuangan dan sebagainya,” ujar Dubes Lee.

Secara pribadi, Dubes Lee yang telah bertugas di banyak negara mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang paling ramah yang dia temui.

“Saya benar-benar merasa tersentuh dengan keramahan masyarakat Indonesia, dan selalu merasa berada di rumah sendiri,” ujarnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Dubes Lee juga menyerahkan boneka Megawati Hangestri Pertiwi yang merupakan pemain volley wanita Indonesia di Korea Selatan. Seperti pelatih sepak bola asal Korea Selatan Shin Tae-yong, kata Dubes Lee, Megawati juga merupakan ikon hubungan persaudaraan erat kedua negara.




Hadiri Pertemuan WIPO di Jenewa, Menparekraf Sandiaga Uno: Indonesia Punya Potensi Kekayaan Intelektual yang Sarat Tradisi dan Kearifan Lokal

Sebelumnya

Dari Kampung Zakat Hingga Kota Wakaf, Kementerian Agama RI Terus Optimalkan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News