Poster film asal Thailand
Poster film asal Thailand "How to Make Millions before Grandma Dies"/Instagram @klik film
KOMENTAR

FILM Thailand How to Make Millions Before Grandma Dies mendadak populer di Indonesia dengan meraih 1,6 juta penonton dalam 11 hari pertama penayangannya. Film yang dikenal di Thailand dengan judul Lahn Mah ini disutradarai oleh Pat Boonnitipat.

Kisahnya berpusat pada M, seorang pria muda yang memutuskan berhenti dari pekerjaannya untuk merawat neneknya yang sedang sakit parah, dengan harapan mendapatkan warisan sebelum neneknya meninggal dunia.

Pat Boonnitipat, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai sutradara lakorn (drama televisi Thailand), sangat terkejut dan gembira melihat respons positif dari penonton Indonesia. Dalam sebuah video apresiasi yang dirilis oleh distributor film, Klik Film, Pat menyampaikan rasa terima kasihnya dan mengumumkan rencananya untuk mengunjungi Jakarta dari 25 hingga 27 Mei 2024 untuk bertemu dengan para penggemar.

Indonesia menjadi negara pertama di luar Thailand yang menayangkan film ini di bioskop, dan sambutan dari penonton sangat luar biasa. Banyak penonton yang terharu dengan cerita menyentuh dalam film ini yang menggabungkan elemen drama keluarga dengan sentuhan humor.

Selama kunjungannya ke Jakarta, Pat Boonnitipat akan menghadiri beberapa acara temu penggemar dan sesi tanya jawab. Acara ini diharapkan bisa menjadi momen spesial bagi para penggemar film untuk bertemu langsung dengan sang sutradara dan mendiskusikan film yang telah mempengaruhi banyak orang.

Film ini mengisahkan M (diperankan oleh Billkin Assaranatakul), yang terinspirasi oleh sepupunya, Mui (diperankan oleh Tontawan Tantivejakul), yang mendapatkan warisan setelah merawat kakeknya.

M kemudian bertekad melakukan hal yang sama dengan neneknya, Amah (diperankan oleh Taew Usa Semkhum) yang didiagnosis menderita kanker stadium akhir. Cerita ini menyajikan pandangan yang mendalam tentang pentingnya keluarga, pengorbanan, dan cinta.

Pencapaian film ini di Indonesia merupakan sebuah bukti bahwa cerita dengan tema universal seperti kasih sayang keluarga bisa diterima dengan baik di berbagai negara. Pat Boonnitipat berharap film ini terus mendapatkan dukungan dan bisa memberikan dampak positif bagi penontonnya.




Bryan Domani dan Dian Sastrowardoyo Ditunjuk sebagai Duta FFI 2024, Kolaborasi Lintas Generasi yang Inspiratif untuk Merandai Cakrawala Sinema Indonesia

Sebelumnya

Kim Ji Won Gelar Fan Meeting Perdana di Jakarta, 2000 Tiket “Be My One” Diprediksi Bakal Segera Sold Out

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Entertainment