Muhammad Fahrizal selaku CEO International Global Network yakin IGN mampu membantu anak muda menemukan jati dirinya/Farah.id
Muhammad Fahrizal selaku CEO International Global Network yakin IGN mampu membantu anak muda menemukan jati dirinya/Farah.id
KOMENTAR

BONUS demografi yang akan diperoleh Indonesia pada 2045 harus dipersiapkan sejak saat ini. Membangun anak muda lewat Pendidikan menjadi salah satu cara untuk menikmati bonus tersebut.

Adalah Internatioanal Global Network (IGN), sebuah organisasi pengembangan diri anak muda yang bertujuan memberi kesempatan bagi generasi muda di selutuh penjuru dunia untuk meningkatkan keterampilan dan membangun kesadaran terkait isu-isu global.

IGN diprakarsai oleh Muhammad Fahrizal, seorang usahawan muda yang sangat concern pada pendidikan. Ia ingin sekali anak-anak muda di Indonesia, khususnya, memiliki kesempatan yang sama besar dengan anak-anak muda di seluruh dunia, untuk bersosialisasi, memiliki skill kepemimpinan yang sangat penting untuk bekal menghadapi masa depan.

“IGN menawarkan kesempatan kepada anak muda dari seluruh dunia untuk mengembangkan kemampuan soft skill mereka, mendapatkan paparan global terkini, dan menjalin hubungan dengan peserta dari seluruh dunia,” kata CEO IGN Muhammad Fahrizal, ditemui di Daily Treats, Westin Hotel, Jakarta, Minggu (28/4/2024).

Saat ini, menurut Fahri, tantangan di dunia industri dan pendidikan memiliki jarak yang cukup lebar untuk bisa berjalan selaras, yang mana hal ini terhubung dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Dalam kurikulum baru ini, pelajar dituntut untuk mampu mengaktualisasikan diri. Salah satu cara pengaktualisasian diri ini adalah berpartisipasi dalam program yang memberikan mereka kesempatan untuk mengembangkan diri.

“Langkah besar yang kita ambil di kemudian hari berawal dari Langkah kecil saat ini. International Global Network memulainya dengan program-program sederhana yang terus berkembang dan memberikan manfaat positif untuk anak-anak muda,” ujar Fahri.

Dan, IGN kemudian memberikan kesempatan bagi anak muda untuk mengaktualisasikan diri mereka lewat kalender Model United Nations (MUN) yang tahun ini menyajikan empat konferensi, yaitu:

  1. Asia World MUN VIII di Bali, 12-15 Juli 2024.
  2. Asia Youth International MUN 14th di Kuala Lumpur, Malaysia, 2-5 Agustus 2024.
  3. Asia Worl MUN IX di Seoul, Korea Selatan, 10-13 Oktober 2024.
  4. Asia Youth International MUN 15th di Bangkok, Thailand, 1-4 November 2024.

Konferensi ini dikemas dalam simulasi sidang PBB, dengan maksud membuka gerbang pengetahuan secara global bagi para pemuda di seluruh dunia untuk menyelami pengalaman belajar yang tak terlupakan.

Di sini, peserta akan memulai perjalanan transformatif, mengasah keterampilan yang esensial seperti riset, berbicara di depan umum, negosiasi, berpikir kritis, dan bekerja sama dengan tim. Dan lebih dari itu, MUN menerapkan pembelajaran praktis yang selaras dengan filosofi Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pendekatan peserta dan pembelajaran mandiri.

Diharapkan, dengan mengikuti konferensi simulai sidang PBB ini membekali peserta dengan keterampilan dan pengalaman yang sangat dicari oleh sekolah atau universitas.

Dan dalam kesempatan tersebut, MUN menghadirkan pembicara inspiratif dari para alumni yang telah mencapai kesuksesan, seperti: Mr Lebogang Seshoka, Sekretaris Pertama (Politik) Kedutaan Besar Afrika Selatan di Thailand (pembicara AWMUN VI), YB Adam Adli Abd Halim, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia (Pembicara AYIMUN 13th).

Lalu, HE David Malcomson, Duta Besar Afrika Selatan untuk Malaysia (Pembicara AYIMUN 13th), dan HE Takahashi Katsuhiko, Duta Besar Jepang untuk Malaysia (Pembicara AYIMUN 13th).

IGN sudah berdiri sejak 2016 dan telah menggelar 61 konferensi internasional. Memiliki 21.000 alumni yang berasal dari 125 negara dan memiliki database yang luas, hingga mencapai lebih dari 946ribu.

Dan tahun ini, IGN mengundang anak muda dengan semangat belajar tinggi untuk mendaftar ke konferensi MUN.

“Mari bersama-sama memperjuangkan dan memberi perhatian akan isu-isu global yang penting, mengembangkan keterampilan berharga, dan menjalin hubungan dengan komunitas internasional,” ajak Fahri.




Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Sebelumnya

Palang Merah Indonesia Berkomitmen Melanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News